Ads - After Header

Japek II Selatan Paket 2A: 81% Rampung, Solusi Macet Japek!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan Paket 2A sepanjang 10,50 kilometer menunjukkan kemajuan pesat. Hingga pertengahan Februari 2026, progres fisik konstruksi jalan tol strategis ini telah mencapai angka impresif 81,65 persen, dengan target penyelesaian penuh pada September 2026.

Ruas tol ini memegang peranan krusial sebagai penghubung vital koridor selatan, terutama bagi mobilitas antara Ibu Kota Jakarta dan wilayah Jawa Barat. Nantinya, Japek II Selatan Paket 2A akan menjadi jembatan yang menghubungkan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) E1 melalui Simpang Susun Jatiasih dengan Jalan Tol Purbaleunyi di Simpang Susun Sadang.

Japek II Selatan Paket 2A: 81% Rampung, Solusi Macet Japek!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Aditya Novendra, Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), selaku salah satu kontraktor pelaksana, optimis bahwa kehadiran tol ini akan membawa dampak signifikan. "Proyek ini dirancang untuk secara efektif mengurai kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek yang sudah ada, sekaligus menawarkan jalur alternatif utama bagi pengendara yang bepergian dari Jakarta menuju berbagai destinasi di Jawa Barat," jelas Aditya dalam keterangan resminya pada Jumat (27/2/2026). Ia menambahkan, "Dengan mempermudah mobilitas masyarakat dan memperlancar distribusi logistik, tol ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang substansial terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya."

Dalam skema Kerja Sama Operasi (KSO), HKI bertanggung jawab atas serangkaian pekerjaan krusial. Ini mencakup pekerjaan timbunan dan galian tanah, pembangunan struktur beton, pemasangan bore pile, hingga instalasi PCI girder dan steel box girder. Untuk menjamin kualitas dan efisiensi, proyek ini mengadopsi teknologi canggih seperti Building Information Modelling (BIM) yang memastikan akurasi desain dan optimalisasi volume pekerjaan. Selain itu, penggunaan Augmented Reality (AR) berbasis barcode turut diimplementasikan untuk mendukung visualisasi dan kontrol mutu yang presisi di lapangan.

Pelaksanaan proyek ini tidak lepas dari tantangan teknis yang kompleks. Salah satu kendala utama adalah pekerjaan ereksi girder di titik perlintasan dengan Tol Cimanggis-Cibitung (CCT) yang masih aktif, di mana pengerjaan hanya dapat dilakukan dalam ‘window time’ terbatas. Untuk mengatasi hal ini, metode launcher dipilih guna memastikan keselamatan kerja dan meminimalkan gangguan terhadap kelancaran arus lalu lintas. "Setiap langkah pelaksanaan proyek dilakukan dengan cermat, memastikan kesesuaian metode kerja dan kapasitas alat yang digunakan. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari pengelola tol, Dinas Perhubungan, hingga pihak Kepolisian, demi kelancaran dan keamanan bersama," pungkas Aditya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer