Chapnews – Ekonomi – Badan Pangan Nasional (Bapanas) membawa angin segar bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Lembaga tersebut mengklaim bahwa harga komoditas utama seperti daging ayam ras dan telur ayam ras secara nasional mulai menunjukkan tren perbaikan dan cenderung stabil. Penurunan harga ini dinilai sebagai indikator positif bahwa upaya pengendalian inflasi pangan mulai membuahkan hasil, meringankan beban konsumen dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Berdasarkan data terkini dari Panel Harga Pangan Bapanas, harga rata-rata ayam ras hidup di tingkat produsen tercatat sebesar Rp24.508 per kilogram. Angka ini merefleksikan penurunan tipis sebesar 0,13 persen dibandingkan hari sebelumnya, dan yang terpenting, berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) produsen yang ditetapkan sebesar Rp25.000 per kilogram. Meskipun demikian, disparitas harga masih terlihat di berbagai wilayah; Sumatera Utara mencatat harga tertinggi di Rp27.781 per kilogram, sementara Banten menjadi provinsi dengan harga terendah, yakni Rp22.500 per kilogram.

Sementara itu, di tingkat konsumen, harga daging ayam ras secara nasional rata-rata berada di kisaran Rp40.657 per kilogram. Perbedaan harga antar daerah cukup mencolok, dengan Papua Tengah menempati posisi tertinggi mencapai Rp64.412 per kilogram, sedangkan Sulawesi Selatan menawarkan harga paling terjangkau di Rp32.196 per kilogram.
Tren positif serupa juga terpantau pada harga telur ayam ras. Di tingkat produsen, harga rata-rata nasional tercatat Rp26.874 per kilogram, menunjukkan penurunan sebesar 0,75 persen dari hari sebelumnya. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini masih sedikit di atas HAP produsen yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram. Sulawesi Utara menjadi wilayah dengan harga telur tertinggi di tingkat produsen, mencapai Rp32.000 per kilogram, sementara Jambi mencatat harga terendah di Rp24.667 per kilogram.
Untuk harga telur ayam ras di tingkat konsumen, rata-rata nasional berada di angka Rp31.674 per kilogram. Papua Selatan mencatat harga tertinggi yang mencapai Rp51.000 per kilogram, sedangkan Aceh menjadi wilayah dengan harga terendah di Rp27.867 per kilogram.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga pangan di seluruh wilayah Indonesia. "Pemantauan harga pangan terus kami lakukan secara intensif di berbagai daerah untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga, terutama menjelang momen penting seperti Idulfitri," ujarnya, seperti dikutip dari chapnews.id. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.



