Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Di tengah ketegangan geopolitik global yang kian memanas, khususnya konflik di Timur Tengah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan harga maupun membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan ini disampaikan Bahlil pada Sabtu, 28 Maret 2026, memberikan kepastian di tengah kekhawatiran publik.
Bahlil menjelaskan, hingga saat ini, kebijakan subsidi energi yang berlaku masih akan dipertahankan. Ia memastikan tidak ada opsi untuk mengurangi subsidi atau menyesuaikan harga BBM dalam waktu dekat, menepis spekulasi yang mungkin muncul akibat dinamika global.

"Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi. Masih tetap sama," ujar Bahlil di Kantor Kemenko Perekonomian, menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, pemerintah memilih untuk sangat berhati-hati dalam merespons gejolak global yang karakternya bisa berubah cepat, bahkan dalam hitungan minggu atau bulan. Oleh karena itu, setiap kebijakan akan disesuaikan secara fleksibel dengan perkembangan situasi terkini.
"Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita tentang tingkat kemampuan," lanjut Bahlil, menekankan bahwa keputusan diambil dengan mempertimbangkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat luas. Komitmen ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga energi global.


