Chapnews – Ekonomi – Nama Mohammad Riza Chalid kembali mencuat setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi besar-besaran di Pertamina. Saudagar minyak ini diduga merugikan negara hingga Rp285 triliun selama periode 2018-2023. Kasus ini telah menyeret 18 orang, termasuk anak Riza sendiri, Muhammad Kerry Adrianto Riza, dan sejumlah petinggi Pertamina. Kini, Riza Chalid dilaporkan telah melarikan diri ke Singapura.
Riza Chalid dikenal sebagai pemilik sejumlah perusahaan di sektor energi dan perdagangan minyak, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa perusahaan yang terhubung dengannya antara lain PT Orbit Terminal Merak dan PT Navigator Khatulistiwa, yang bergerak di bidang logistik dan distribusi BBM. Dia juga disebut-sebut sebagai otak di balik Global Energy Resources, pemasok utama minyak untuk Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) yang berbasis di Singapura. Petral sendiri telah dibubarkan pada 2015 karena praktik bisnisnya yang tidak transparan dan merugikan negara.

Jejaring bisnis Riza Chalid ternyata tak hanya sampai di situ. Sejumlah perusahaan energi dan migas lain juga terafiliasi dengannya, termasuk Supreme Energy, Straits Oil, Cosmic Petroleum, dan Paramount Petroleum. Keempat perusahaan ini berbasis di Singapura dan Kepulauan Virgin British, wilayah yang dikenal sebagai surga pajak.
Menariknya, diversifikasi bisnis Riza Chalid tak hanya terbatas pada sektor migas. Dia juga pernah mendirikan KidZania Jakarta, taman bermain edukatif anak-anak yang kini dimiliki mantan istrinya, Roestriana Adrianti. Pada 2004, Riza turut mendirikan Sekolah Islam Internasional Al Jabr di Jakarta Selatan, sebuah sekolah bilingual bergengsi. Kini, dengan status tersangka dan pelariannya ke Singapura, misteri di balik kerajaan bisnis Riza Chalid semakin menarik untuk diungkap. chapnews.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.



