JAKARTA – Kamis, 05 Maret 2026.
Chapnews – Ekonomi – Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya asuransi kecelakaan masih berada di titik yang mengkhawatirkan. Terutama menjelang musim mudik Hari Raya Idul Fitri, di mana jutaan jiwa akan melakukan perjalanan panjang, perlindungan diri melalui asuransi kecelakaan menjadi krusial namun seringkali terabaikan. Minimnya literasi keuangan, khususnya terkait produk asuransi, disinyalir menjadi penyebab utama rendahnya pemahaman ini.

Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Fankar Umran, secara tegas mengimbau para pemudik untuk tidak menyepelekan mitigasi risiko selama perjalanan. Ia menekankan pentingnya memiliki asuransi kecelakaan diri (personal accident) serta asuransi mikro sebagai jaring pengaman finansial jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Sejujurnya, jika kita berbicara tentang asuransi kecelakaan diri, banyak masyarakat memang belum menyadari bahwa semangat preminya itu sangat kecil," ungkap Fankar, seperti dikutip dari chapnews.id, Kamis (5/3/2026). Pernyataan ini menyoroti kesenjangan informasi antara manfaat besar yang ditawarkan asuransi dengan persepsi masyarakat yang mungkin menganggapnya mahal atau rumit.
Fankar menjelaskan, dengan premi yang relatif sangat terjangkau, nasabah asuransi kecelakaan diri dapat memperoleh santunan hingga Rp20 juta. Angka ini tentu menjadi penopang finansial yang signifikan jika terjadi hal-hal tak terduga, mulai dari biaya pengobatan hingga santunan meninggal dunia. Dia pun menyerukan agar masyarakat memanfaatkan kesempatan premi murah ini sebagai perlindungan diri, khususnya saat momen krusial seperti mudik Lebaran.
"Yang perlu saya sampaikan adalah, masyarakat perlu kami informasikan bahwa asuransi kecelakaan diri itu sangat penting, terutama di masa-masa puncak pergerakan kendaraan seperti saat Lebaran," tambahnya, mengingatkan akan tingginya mobilitas dan potensi risiko kecelakaan.
Ia menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang belum sepenuhnya sadar (aware) akan urgensi memiliki produk asuransi tersebut. Padahal, setiap musim mudik, laporan mengenai insiden kecelakaan lalu lintas selalu menjadi berita yang tak terhindarkan, seringkali meninggalkan dampak finansial dan emosional yang berat bagi korban dan keluarganya.
"Berasuransi kecelakaan dirilah sebelum berangkat ke mana-mana, karena kita tahu bahwa setiap terjadi mudik ramai seperti ini, selalu ada laporan kecelakaan," pungkas Fankar, mengingatkan akan pentingnya persiapan matang demi keselamatan dan ketenangan selama perjalanan. Imbauan ini menjadi pengingat vital bagi jutaan pemudik agar tidak hanya fokus pada persiapan kendaraan dan logistik, tetapi juga pada perlindungan diri yang seringkali terlupakan.



