Chapnews – Nasional – Mabes TNI masih bungkam terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus penculikan dan pembunuhan M Ilham Pradipta (37), Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta Pusat. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Freddy Ardianzah, menyatakan belum menerima informasi resmi dari Polda Metro Jaya mengenai keterlibatan prajurit TNI dalam kasus tersebut. "Sampai saat ini saya belum mendapat info dari Polda Metro Jaya terkait keterlibatan prajurit dalam kasus ini," tegas Freddy saat dikonfirmasi, Selasa (26/8). Meski demikian, ia memastikan komunikasi dengan Polda Metro Jaya terus terjalin. Freddy juga meminta publik untuk bersabar dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "Mohon waktu ya. Akan saya crosscheck dan update terkait permasalahan ini," tambahnya.
Sebelumnya, pengacara tersangka Eras Musuwalo, Adrianus Agal, mengungkapkan bahwa kliennya bertindak atas perintah oknum berinisial F untuk menyerahkan korban ke Jakarta Timur. Eras dan kelompoknya dipaksa menjemput korban di parkiran supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur. "Setelah penjemputan paksa itu, ada perintah dari oknum yang namanya F untuk (korban) diserahkan di daerah Jakarta Timur," jelas Adrianus kepada wartawan, Selasa (26/8) mengutip informasi dari chapnews.id. Setelah menyerahkan korban, Eras dan kelompoknya dipanggil kembali untuk mengantar korban pulang, namun korban sudah ditemukan tewas. Menariknya, Adrianus juga menyebut kliennya telah meminta perlindungan hukum kepada Panglima TNI dan Kapolri karena dugaan keterlibatan oknum tersebut.

Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menangkap 15 orang terkait kasus ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa empat pelaku penculikan, AT, RS, RAH, dan RW, ditangkap di Johar Baru dan Nusa Tenggara Timur. Empat aktor intelektual, DH, YJ, AA, dan C, juga telah diringkus di Solo dan Pantai Indah Kapuk. Tujuh tersangka lainnya masih dalam penyelidikan. Ade Ary menambahkan bahwa motif pembunuhan masih didalami. Ia membenarkan salah satu tersangka, DH, adalah pengusaha bimbingan belajar online, namun menolak memberikan detail lebih lanjut.
Ilham Pradipta ditemukan tewas di area persawahan di Bekasi pada Kamis (21/8), setelah diculik di Ciracas pada Rabu (20/8). Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Ilham meninggal akibat kekerasan benda tumpul dan kekurangan oksigen. Kasus ini masih terus diselidiki, dan publik menantikan perkembangan terbaru, terutama terkait dugaan keterlibatan oknum TNI.



