Ads - After Header

Kemenkop-China Bersinergi, Ekonomi Pesisir Bangkit!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kementerian Koperasi (Kemenkop) Republik Indonesia baru-baru ini menorehkan langkah strategis dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC) di Jakarta. Kesepakatan penting ini menandai komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat fondasi ekosistem industri perikanan dan ekonomi kerakyatan yang berbasis koperasi di Indonesia. Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan infrastruktur vital seperti pabrik es, fasilitas cold storage, hingga galangan kapal yang akan dikelola oleh koperasi di tingkat desa.

Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan kerja sama di berbagai sektor ekonomi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping pada tahun lalu, dengan penekanan khusus pada sektor perikanan dan kemaritiman. Secara total, terdapat enam jenis nota kesepahaman yang disepakati, semuanya dirancang untuk mengoptimalkan peran koperasi dalam mendongkrak potensi ekonomi kelautan. Ini mencakup pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Koperasi, Proyek Pabrik Es dan Cold Storage Berbasis Koperasi, pengembangan Gudang Ikan Modern, Pemberdayaan Galangan Kapal yang Dikelola oleh Koperasi, Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan serta Pengembangan Usaha Koperasi di Sektor Perikanan, dan Sinergi Pengembangan serta Pemberdayaan Koperasi di Kawasan Perikanan.

Kemenkop-China Bersinergi, Ekonomi Pesisir Bangkit!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa inisiatif kerja sama ini sangat krusial mengingat besarnya potensi kelautan dan perikanan Indonesia, yang mencakup lebih dari dua pertiga wilayahnya. "Kesepakatan yang kami lakukan adalah khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, di dalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan," ujar Menkop, seperti dilansir dari chapnews.id.

Ferry menegaskan, meskipun Indonesia diberkahi dengan sumber daya maritim yang melimpah dan berperan vital dalam ketahanan pangan serta penguatan ekonomi nasional, masih banyak masyarakat pesisir yang menghadapi kondisi kemiskinan ekstrem. Oleh karena itu, upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam ini menjadi sangat mendesak guna mengatasi permasalahan kemiskinan. "Dengan penandatanganan ini kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir terutama para nelayan di Indonesia," tegasnya.

Dalam implementasinya, SCO-ETEC bersama mitra perusahaan dari Tiongkok akan memberikan dukungan penuh untuk pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung tersebut. Fasilitas vital seperti pabrik es batu, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini akan diprioritaskan untuk dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk perikanan, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara signifikan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer