Chapnews – Nasional – Kota Malang dilanda banjir dahsyat yang menyebabkan kerusakan signifikan. Puluhan rumah terendam air, beberapa di antaranya rusak parah, dan sejumlah kendaraan hanyut terseret arus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah bergerak cepat melakukan asesmen dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
BPBD Kota Malang mencatat setidaknya 90 rumah terendam banjir dengan tingkat kerusakan bervariasi. Enam rumah mengalami kerusakan sedang, terutama di Kelurahan Purwodadi dan Purwantoro. Bahkan, tembok rumah warga di Jalan Letjend S Parman Gg II dan Jalan Karya Barat Purwantoro dilaporkan ambrol akibat terjangan air.

Dampak banjir meluas ke beberapa kecamatan. Di Kecamatan Blimbing, 33 kepala keluarga (KK) dengan 41 rumah di Kelurahan Purwodadi terendam, sebagian besar dipenuhi lumpur. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Candi Bajang Ratu, Jalan Letjend SbParman Gg I, dan permukiman Jalan Taman Siswa RW 04. Sementara itu, di Kecamatan Lowokwaru, banjir merendam 8 rumah di Kelurahan Tulusrejo dan 9 rumah di Lowokwaru.
Kawasan Jalan Letjend Sutoyo menjadi titik terparah, terutama di depan kantor OJK Malang. Beberapa mobil terendam, lima sepeda motor hanyut, dan sejumlah kendaraan mogok, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Tanah ambles juga dilaporkan terjadi dekat Telkom STO Blimbing.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, satu keluarga sempat terjebak di dalam rumah di Jalan Kedawung, namun berhasil dievakuasi oleh petugas. Ketinggian air mencapai 160 sentimeter di rumah tersebut.
BPBD Kota Malang telah mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir sejak hari ini. Pihaknya terus berupaya melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut untuk memulihkan kondisi pasca-banjir.



