Chapnews – Nasional – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan target ambisius untuk memastikan sebanyak 300.000 lanjut usia (lansia) di Indonesia menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini diprioritaskan bagi lansia berusia 75 tahun ke atas yang hidup seorang diri, serta mereka yang menyandang disabilitas atau memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi harian.
Berbicara di Tangerang pada Jumat (27/2), Gus Ipul menjelaskan bahwa program ini merupakan evolusi dari skema permakanan lansia dan penyandang disabilitas yang sudah ada, kini bertransformasi untuk menyesuaikan dengan konsep MBG. "Ini lagi kita matangkan terus konsepnya. Ini kan sedang bertransformasi, dulu permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas, kita ini akan bertransformasi untuk menyesuaikan dengan MBG," ujarnya, menegaskan komitmen Kementerian Sosial dalam adaptasi program.

Ratusan ribu lansia yang menjadi target ini akan segera diusulkan sebagai penerima manfaat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dalam tahun ini. Sebagai langkah awal, distribusi MBG untuk kelompok rentan tersebut akan diuji coba di beberapa wilayah dalam waktu dekat. "Kita harapkan secepatnya ya. Ini lagi mau uji coba dulu di beberapa titik," jelas Gus Ipul.
Sebelumnya, simulasi program telah dilakukan, dengan menyasar sekitar 100.000 penerima manfaat. Namun, Gus Ipul optimis bahwa jangkauan program ini akan jauh lebih luas. "Kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara 300 sampai 400 ribu penerima manfaat. Ini akan lebih besar lagi," ungkapnya, menunjukkan peningkatan signifikan dalam target.
Dalam implementasinya nanti, pengolahan makanan bergizi untuk para lansia akan tetap menjadi tanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, mekanisme distribusinya akan melibatkan jaringan relawan sosial yang luas. Para relawan ini tidak hanya bertugas mengantarkan makanan, tetapi juga akan diberikan pelatihan khusus untuk mendampingi dan bahkan merawat lansia penerima manfaat.
"Petugas mengirim makanan itu, bisa dari Karang Taruna, bisa dari relawan-relawan, yang sekaligus kita harapkan nanti mereka bisa menjadi pengasuh atau perawat bagi para lansia," pungkas Gus Ipul, menyoroti peran ganda relawan dalam memastikan kesejahteraan holistik para lansia.



