Ads - After Header

Miris! Santri Wonogiri Tewas Tragis Usai Dibanting Teman

Ahmad Dewatara

Miris! Santri Wonogiri Tewas Tragis Usai Dibanting Teman

Chapnews – Nasional – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan pesantren di Wonogiri, Jawa Tengah, setelah seorang santri berinisial DRP (11) ditemukan meninggal dunia. Kematiannya disinyalir kuat akibat tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto. Kasus ini mencuat setelah orang tua korban, yang baru kembali dari perantauan, menaruh curiga atas kondisi jenazah anaknya dan mendesak dilakukannya ekshumasi.

Penyelidikan intensif yang dilakukan pihak kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Aparat berhasil mengidentifikasi dan menetapkan seorang santri lain, berinisial R (11), sebagai anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dalam insiden tragis ini. "Dari serangkaian penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan, saat ini kami telah menetapkan satu orang anak sebagai pelaku, dengan inisial R (11)," terang Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, kepada awak media di Mapolres Wonogiri pada Rabu (18/2), seperti dikutip dari chapnews.id.

Miris! Santri Wonogiri Tewas Tragis Usai Dibanting Teman
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut keterangan sementara dari kepolisian, insiden berdarah ini bermula dari candaan yang berujung saling ejek antara korban dan pelaku. Cekcok tersebut kemudian memuncak menjadi perkelahian di dalam kelas pada Sabtu (14/2) lalu. Mirisnya, saat kejadian berlangsung, tidak ada guru yang mengawasi, sehingga perkelahian hanya disaksikan oleh beberapa teman sekelas. "Mereka berantem, ada beberapa kekerasan yang mengakibatkan luka yang cukup fatal. Korban dibanting, kemudian dicekik," jelas Agung, merinci aksi kekerasan yang terjadi. Pemicu awal perkelahian disebut-sebut adalah ejekan terkait perjodohan yang tidak diterima oleh salah satu pihak.

Pasca-kejadian, DRP sempat mengeluhkan pusing dan sakit di bagian belakang kepala kepada teman-temannya. Kondisinya terus memburuk, bahkan ia sempat beberapa kali muntah di area wudu dan kamar mandi. Melihat kondisi DRP yang semakin mengkhawatirkan, pengurus pondok pesantren segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, takdir berkata lain, nyawa DRP tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju klinik.

Kecurigaan keluarga bermula ketika ayah korban tiba dari perantauan pada Minggu pagi, sehari setelah DRP dimakamkan pada Sabtu malam. Ayah korban menerima informasi yang mengejutkan bahwa sebelum dimakamkan, jenazah DRP sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, serta terdapat bercak darah pada peti jenazah. Merasa ada kejanggalan yang perlu dipastikan, keluarga pun segera membuat laporan polisi pada Minggu (15/2).

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bersama tim medis melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam DRP pada Selasa (17/2). Proses ekshumasi yang krusial untuk kepentingan penyelidikan ini berlangsung di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto. Tim yang terlibat meliputi Tim Inafis Polda Jateng, Tim Inafis Polres Wonogiri, serta tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Polda Jateng yang dipimpin oleh dr. Dian Novitasari. Turut hadir unsur Forkopimcam Bulukerto, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan setempat untuk memastikan kelancaran proses.

Pelaku, R (11), dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2019, atau Pasal 468 ayat 2 KUHP juncto Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak. Mengingat usia pelaku yang masih di bawah 12 tahun, ancaman hukuman yang menantinya adalah pembinaan, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi anak yang berkonflik dengan hukum.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menegaskan komitmen kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi, serta sepenuhnya mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. "Perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan secara resmi," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer