Chapnews – Nasional – Operasi pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali memasuki babak baru. KRI Pulau Fanildo, dalam operasi SAR hari kedelapan, berhasil mendeteksi objek yang diduga kuat sebagai bangkai kapal nahas tersebut. Objek tersebut terdeteksi berada di kedalaman sekitar 49 meter, dengan jarak yang mengejutkan: hanya 30 meter dari kabel listrik bawah laut penghubung Jawa-Bali!
Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Surabaya, mengungkapkan bahwa dari tujuh referensi yang diteliti, dua di antaranya, yaitu referensi empat dan tujuh, mengarah pada lokasi yang sama. "Objek diduga Kapal Tunu berjarak sekitar 30 meter dari kabel suplai Jawa-Bali bawah laut," tegasnya mengutip chapnews.id.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menambahkan bahwa data gambaran bawah air telah diperoleh, namun masih membutuhkan validasi lebih lanjut. KRI Spica, milik TNI AL, kini berada di lokasi untuk melakukan verifikasi. KNKT juga turut serta dalam proses validasi, mengerahkan alat ROV melalui KN Masalembu. Kehati-hatian ekstra dilakukan mengingat keberadaan kabel vital tersebut.
Inda Puspanugraha, Senior Manajer Pemeliharaan Transmisi PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa dan Bagan Timur dan Bali, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan. "Informasi awal jarak dari titik lokasi tenggelamnya KMP Tunu ke kabel sekitar 1,3 kilometer, namun saat ini sudah 30 meter, kami akan pantau terus," ujarnya. Ia memastikan pasokan listrik Jawa-Bali tetap normal dan PLN terus mewaspadai potensi gangguan dari bangkai kapal tersebut.
Hingga Rabu (9/7) malam, data Posko Operasi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat 30 orang selamat, 12 meninggal dunia, dan 23 lainnya masih dinyatakan hilang. KMP Tunu Pratama Jaya, yang membawa 53 penumpang, 12 ABK/kru, dan 22 kendaraan, tenggelam pada Rabu, 2 Juli 2025. Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar.



