Ads - After Header

Misteri Hilangnya Nakhoda! Kapal Tenggelam, Nasibnya Masih Misterius

Ahmad Dewatara

Misteri Hilangnya Nakhoda! Kapal Tenggelam, Nasibnya Masih Misterius

Chapnews – Nasional – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan kabar mengejutkan terkait tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Hingga saat ini, nasib nakhoda kapal tersebut masih menjadi misteri. Pernyataan ini disampaikan Menhub saat menjawab pertanyaan anggota Komisi V DPR RI dalam Rapat Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Sampai saat ini, kami belum menerima laporan mengenai keberadaan nakhoda. Beberapa ABK berhasil selamat, namun nakhoda belum ditemukan," ungkap Menhub Budi Karya Sumadi melalui tayangan YouTube TVR Parlemen.

Misteri Hilangnya Nakhoda! Kapal Tenggelam, Nasibnya Masih Misterius
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dari total 12 ABK yang bertugas saat kejadian nahas tersebut, hanya 5 orang yang berhasil diselamatkan. "Dari 12 ABK, berdasarkan laporan Basarnas, hanya 5 yang selamat," tambahnya.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, KMP Tunu Pratama Jaya dikemudikan oleh Mualim I, atau nakhoda pengganti, sesaat sebelum tragedi terjadi. Informasi ini didapat KNKT setelah memeriksa sejumlah awak kapal dan korban selamat. Mualim I sendiri berhasil selamat dari insiden tersebut.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan, Mualim I memiliki sertifikat Diklat Pelaut Nautika (ANT) dan berwenang mengemudikan kapal atas persetujuan nakhoda. "Mualim I yang selamat. Ia memiliki sertifikat ANT dan berhak menggantikan nakhoda jika kapten beristirahat," jelas Soerjanto di Banyuwangi.

Kronologi kejadian menurut KNKT, awalnya Mualim I memegang kemudi. Namun, setelah dihantam ombak setinggi 2-3 meter, ia membangunkan nakhoda yang sedang beristirahat. Mualim I kemudian memerintahkan penumpang untuk mengenakan jaket pelampung, sebelum nakhoda mengambil alih kemudi. Sayangnya, tragedi tak terhindarkan. Nakhoda pun menjadi salah satu korban yang hingga kini belum ditemukan.

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Rabu malam (2/7). Kapal dilaporkan tenggelam sekitar pukul 23.35 WIB di perairan Selat Bali dengan koordinat terakhir 8° 9’32.35"S 114°25’6.38".

Hingga Selasa (8/7), dari total 65 penumpang dan awak kapal yang tercatat dalam manifes, 42 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 12 orang meninggal dunia dan 30 orang selamat. Namun, 23 orang lainnya masih dalam pencarian. Diduga, jumlah korban sebenarnya lebih dari 65 orang karena data manifes penumpang dianggap tidak valid. Banyak penumpang yang tidak tercatat dalam manifes, berdasarkan laporan keluarga korban.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer