Chapnews – Nasional – Sebuah insiden tragis dan mengerikan menimpa dua pekerja pembersih kaca di Gedung Apartemen Ascott, kawasan Pakuwon Mall, Surabaya, pada Senin (2/3) sore. Akibat terjangan badai ekstrem, satu pekerja tewas mengenaskan setelah gondola yang mereka tumpangi terombang-ambing tak terkendali, sementara rekannya mengalami luka-luka dan kini dirawat intensif.
Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Edy Suhartono, seorang pria asal Blitar. Sementara itu, rekan kerjanya yang selamat namun mengalami luka-luka adalah Ribut Budiyanto (53), warga Tambak Wedi Baru, Surabaya. Ribut kini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit William Booth.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Edy dan Ribut sedang menjalankan tugas rutin mereka membersihkan dinding kaca gedung apartemen menggunakan alat bantu gondola yang menggantung pada bagian luar bangunan. Namun, kondisi cuaca yang semula cerah tiba-tiba berubah drastis menjadi hujan deras disertai angin kencang yang sangat kuat.
Angin kencang tersebut seketika membuat gondola yang menjadi tumpuan kedua pekerja berayun-ayun tak terkendali di ketinggian puluhan meter. Dua pekerja itu terombang-ambing dalam situasi yang sangat berbahaya.
Dalam situasi yang mencekam tersebut, Ribut Budiyanto masih berusaha bertahan di atas gondola yang terus berayun. Namun, nasib nahas menimpa Edy Suhartono. Terkait hanya dengan tali pengaman, tubuhnya berkali-kali terhempas dan membentur keras dinding gedung, sebelum akhirnya tak berdaya.
Proses evakuasi yang menegangkan segera dilakukan oleh tim internal Pakuwon Mall, dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu mengevakuasi korban dari ketinggian.
M Rokhim, Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden ini. "Kami mengonfirmasi, satu orang meninggal dunia dalam insiden ini," terang M Rokhim saat dikonfirmasi chapnews.id.
Saat ini, area kejadian masih dalam pengamanan ketat pihak kepolisian. Penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) dan keselamatan kerja, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem, telah dipatuhi. Jenazah Edy Suhartono masih dalam proses pemeriksaan inafis, sementara Ribut Budiyanto mendapatkan perawatan intensif di RS William Booth.



