Ads - After Header

Ngeri! Hujan Angin Landa Jawa, 3 Orang Meninggal Dunia

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang telah melanda sejumlah kota di Pulau Jawa dalam dua hari terakhir, menyebabkan kerusakan parah dan menelan korban jiwa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tiga bibit siklon tropis yang terpantau di wilayah Indonesia sebagai pemicu tidak langsung kondisi cuaca buruk ini, memicu peringatan dini untuk wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua bagian selatan.

Melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 90S, 93S, dan 92P. Bibit 90S, yang mulai terbentuk sejak 27 Februari, kini berada di sekitar Samudra Hindia selatan Banten dan Jawa Barat. Sementara itu, Bibit 93S (terbentuk 2 Maret) terpantau di pesisir barat laut Daratan Australia, dan Bibit 92P (juga 2 Maret) berada di Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan. Meskipun peluang ketiganya untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dinilai rendah, BMKG menegaskan bahwa keberadaan bibit-bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung yang signifikan terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia.

Ngeri! Hujan Angin Landa Jawa, 3 Orang Meninggal Dunia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dampak tidak langsung tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, peningkatan tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter (moderate sea) diprakirakan terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Selat Sunda, dan beberapa perairan lainnya. Bahkan, gelombang yang lebih tinggi, mencapai 2,5 hingga 4,0 meter (rough sea), berpotensi melanda Samudra Hindia selatan Banten hingga Bali, Laut Arafuru, Laut Sawu, serta Samudra Hindia selatan NTB hingga NTT.

Korban Jiwa dan Kerusakan Parah di Batang

Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi wilayah yang paling parah terdampak, di mana hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (4/3) menelan tiga korban jiwa. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batang, Muhammad Fajri, mengonfirmasi bahwa tiga orang meninggal dunia akibat tertimpa pohon dan tiang listrik di lokasi berbeda di jalur Pantura dan Gondang, Subah. Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu melanda 10 wilayah kecamatan secara bersamaan, menyebabkan puluhan pohon tumbang dan melumpuhkan Jalur Pantura sepanjang 4 kilometer. Proses evakuasi berlangsung hingga Rabu malam, dan Kapolres Batang AKBP Veronica dini hari tadi memastikan akses Jalan Pantura Subah telah kembali normal.

Semarang Porak-poranda Akibat Angin Kencang

Ibu kota Jawa Tengah, Semarang, juga tak luput dari terjangan cuaca ekstrem. Pohon-pohon besar dan papan baliho ambruk di sejumlah wilayah, termasuk Jalan Kaligarang dan Bendungan. Di Jalan Suratmo, sebuah mobil tertimpa pohon tumbang saat pemiliknya sedang membeli makanan. Lebih lanjut, sebuah tiang tower setinggi 40-50 meter roboh menimpa Gedung Gradika Bhakti Praja di lingkungan kantor Pemprov Jateng. Insiden ini menyebabkan atap gedung ambrol, dua mobil tertimpa ranting pepohonan, serta tiang listrik PLN roboh. Area parkir belakang Pemprov, tepatnya bangunan atap galvalum, juga ambrol akibat terjangan angin, sebagaimana dilaporkan chapnews.id.

Dampak Meluas di Jawa Barat dan Timur

Kerusakan akibat cuaca ekstrem juga dilaporkan di berbagai daerah lain:

  • Cianjur: Hujan deras dan angin kencang pada Rabu (4/3) menyebabkan pohon tumbang yang menutup jalur utama Cianjur-Sukabumi di Kecamatan Warungkondang. Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menjelaskan bahwa lalu lintas sempat lumpuh total. Selain itu, banjir juga merendam ruas jalan utama dalam kota akibat saluran drainase yang buruk, menyebabkan kemacetan parah.
  • Ciamis: Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan, serta pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerusakan menimpa atap rumah warga di beberapa desa dan bangunan SDN 2 Sindangsari.
  • Banyumas: BPBD Kabupaten Banyumas mencatat sebanyak 21 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem pada Rabu, menimpa rumah warga, bangunan usaha, hingga fasilitas umum di berbagai kecamatan.
  • Sidoarjo: Hujan deras dan angin kencang menerjang Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merusak bangunan milik PT Telkom, merobohkan pohon di Perumahan Taman Pinang, serta menghancurkan warung kopi tenda di Jalan Ahmad Yani.
  • Malang: Sebanyak 38 rumah warga di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterpa angin kencang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menambahkan bahwa dua fasilitas umum, termasuk satu bangunan sekolah dasar dan musala, juga terdampak.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas di laut maupun di wilayah pesisir. Kewaspadaan tinggi sangat diperlukan mengingat kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlanjut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer