Chapnews – Nasional – Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh sebuah tragedi memilukan yang menimpa belasan pelajar. Sebanyak 13 remaja menjadi korban keracunan parah akibat menenggak minuman oplosan berbahaya yang dicampur cairan spiritus. Dua di antaranya dilaporkan tewas, menambah daftar panjang korban akibat minuman keras oplosan.
Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, mengonfirmasi insiden tragis ini pada Jumat (6/2) kepada chapnews.id. Menurutnya, seluruh korban merupakan pelajar dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun.

Kronologi kejadian bermula pada Selasa (3/2) sekitar pukul 12.00 WITA. Para pelajar ini meracik minuman mematikan tersebut di balik gedung sekolah mereka. Mereka mencampur berbagai jenis minuman, termasuk minuman berenergi, air mineral, kental manis, dan yang paling fatal, cairan spiritus.
"Salah satu korban membeli sebotol spiritus, air mineral, minuman berenergi, dan kental manis. Kemudian mereka mengoplosnya di belakang sekolah dan meminumnya secara bersama-sama," terang AKP Imran, menjelaskan awal mula insiden.
Tak cukup dengan satu sesi, para pelajar ini kembali membeli spiritus dan melanjutkan pesta oplosan pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 WITA. Kali ini, mereka meracik minuman tersebut di dermaga Batu Pulau Sapuka. Sekitar sembilan orang dilaporkan ikut menenggak minuman berbahaya itu hingga pukul 22.30 WITA.
Dua hari berselang, tepatnya Kamis (5/2), kondisi para pelajar mulai menunjukkan gejala serius. Seorang korban dilarikan ke puskesmas terdekat dalam kondisi kritis. Tak berselang lama, sejumlah rekan mereka juga mengalami gejala serupa, memicu kepanikan.
Sayangnya, nyawa dua pelajar, WA (16) dan SA (17), tak dapat diselamatkan. Mereka menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.00 WITA dan 20.00 WITA di hari yang sama. Sementara itu, sebelas pelajar lainnya sempat mendapatkan penanganan medis intensif. Empat di antara mereka, yakni IK (16), IN (16), AM (17), dan AB (16), dilaporkan masih menjalani perawatan intensif hingga saat ini.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap lebih jauh penyebab dan pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran minuman oplosan maut tersebut.



