Chapnews – Nasional – Ikatan Pilot Indonesia (IPI) secara tegas mendesak pemerintah dan Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKP) agar segera mengambil langkah konkret untuk menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan di seluruh wilayah Papua. Desakan ini mencuat pasca insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Papua Selatan, yang kembali menyoroti kerentanan sektor transportasi udara di Bumi Cenderawasih.
Kapten Rama Noya, yang menjabat sebagai Dewan Kehormatan Penerbang IPI, secara tegas menyerukan agar seluruh pihak terkait, termasuk aparat keamanan dan masyarakat adat, bahu-membahu memastikan keselamatan awak pesawat yang berdedikasi melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil. "Kami mengimbau semua pihak, baik TNI/Polri maupun masyarakat adat Papua, untuk bersama-sama menjaga keselamatan pilot yang telah memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Rama dalam keterangan persnya di Tangerang, Kamis (12/2).

Sejatinya, IPI telah sejak lama menyuarakan urgensi perbaikan menyeluruh sistem keamanan penerbangan di Papua. Upaya ini bahkan telah diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar keamanan penerbangan di Jayapura pada tahun 2022, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis.
Menyoroti insiden penembakan fatal yang merenggut nyawa pilot Kapten Enggon dan kopilot Kapten Baskoro di masa lalu, Rama Noya menegaskan bahwa peristiwa semacam itu tidak boleh terulang kembali. "Kami meminta penanganan yang lebih serius karena kejadian ini sangat fatal dan kami tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi," tegasnya, menuntut respons yang lebih serius dari pihak berwenang.
Sebagai negara kepulauan, transportasi udara memegang peranan vital sebagai tulang punggung konektivitas nasional, terutama untuk mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pangan, hingga layanan medis esensial. Maka dari itu, negara memiliki kewajiban mutlak untuk memberikan perlindungan kepada para pilot sebagai pengemban tugas transportasi udara, termasuk menjamin keamanan objek vital nasional sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004. "Kami pilot sipil memberikan pelayanan. Karena itu kami minta keamanannya dijaga. Sebagian rekomendasi kami sudah dipenuhi pemerintah, tetapi masih ada kekurangan," imbuh Rama.
Sebelumnya, pesawat Smart Air yang mengangkut 13 penumpang menjadi sasaran penembakan saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu, sekitar pukul 11.00 WIT. Menanggapi insiden tersebut, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, mengonfirmasi bahwa tim satgas telah menjadwalkan evakuasi kru pada Kamis (12/2), didahului dengan pengamanan area dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.


