Ads - After Header

Pahlawan Medis Sulsel: Berjibaku di Tengah Lumpur Aceh!

Ahmad Dewatara

Pahlawan Medis Sulsel: Berjibaku di Tengah Lumpur Aceh!

Chapnews – Nasional – Tim medis gabungan dari Provinsi Sulawesi Selatan telah tiba di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, untuk memberikan layanan kesehatan darurat yang sangat dibutuhkan. Kedatangan mereka menjadi tumpuan harapan di tengah kondisi fasilitas kesehatan yang rusak parah dan rumah-rumah warga yang masih terendam lumpur tebal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Koordinator Tim Medis Pemprov Sulsel untuk Bencana Sumatera, Arman Bausat, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari kata normal. "Lumpur masih sangat tebal di rumah-rumah warga. Masyarakat tidak bisa berbuat banyak karena lumpur sulit dikeluarkan," kata Arman dalam pernyataan resminya, Sabtu (13/12), seperti dilansir chapnews.id.

Pahlawan Medis Sulsel: Berjibaku di Tengah Lumpur Aceh!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam kondisi serba terbatas dan penuh tantangan, para tenaga kesehatan dibagi menjadi dua lini tugas utama. Sekitar 60 tenaga medis dikerahkan langsung ke lapangan, bertugas di 14 posko kesehatan yang tersebar di 14 kecamatan terdampak. Setiap posko diisi oleh 5 hingga 6 tenaga medis, termasuk dokter spesialis, dokter umum, dan perawat, yang siap memberikan pertolongan pertama dan penanganan medis dasar. Selain layanan kesehatan, tim ini juga aktif mendistribusikan obat-obatan serta bantuan logistik esensial seperti beras dan kebutuhan sehari-hari kepada warga yang membutuhkan.

Sementara itu, 25 dokter spesialis lainnya ditempatkan di rumah sakit untuk menangani kasus-kasus berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Mereka terdiri dari spesialis bedah umum, ortopedi, penyakit dalam, saraf, THT, hingga kedokteran gigi. Para dokter spesialis ini telah bertugas selama dua hari di rumah sakit setempat, menghadapi berbagai kasus cedera serius.

Arman Bausat menambahkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pemulihan infrastruktur rumah sakit yang belum sepenuhnya pulih. Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang baru bisa beroperasi kembali empat hari lalu, dan kamar operasi baru dapat digunakan dalam dua hari terakhir. "Sebagian besar ruang perawatan, ICU, laboratorium, dan radiologi masih tertutup lumpur," jelasnya.

Para tenaga kesehatan bahkan harus berjibaku membersihkan lumpur setinggi sekitar 1,5 meter di beberapa area rumah sakit, termasuk ruang poliklinik, bersama dengan personel TNI. Meski dihadapkan pada keterbatasan dan lingkungan yang ekstrem, pelayanan medis tetap berjalan tanpa henti. Banyak korban memerlukan tindakan operasi darurat akibat patah tulang dan cedera serius yang disebabkan oleh tertimpa kayu atau material bangunan saat bencana banjir dan longsor terjadi. Kehadiran tim medis dari Sulawesi Selatan ini menjadi harapan besar bagi pemulihan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak parah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer