Chapnews – Nasional – Dunia pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih menghadapi tantangan berat pasca-terjangan banjir bandang pada akhir November 2025. Sejumlah institusi pendidikan, termasuk SMA 2 Meureudu, dilaporkan masih berjuang membersihkan sisa lumpur yang mengendap, memaksa ribuan siswa untuk menjalani proses belajar mengajar di fasilitas sementara yang jauh dari ideal. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan kembali dan revitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak.
Dalam kunjungannya ke SMA 2 Meureudu, Pidie Jaya, pada Senin (9/3), Mu’ti menguak fakta miris di lapangan. Seluruh ruang kelas di sekolah tersebut dilaporkan rusak parah, bahkan masih terendam lumpur setinggi atap. Upaya pembersihan sisa lumpur yang mengendap di dalam kelas menjadi pekerjaan berat yang belum tuntas bagi pihak sekolah. Sementara itu, ratusan siswa harus beradaptasi dengan enam ruang kelas darurat yang disediakan Kemendikdasmen. Kondisi ini diperparah dengan suhu panas di dalam kelas darurat, memicu permintaan siswa akan fasilitas kipas angin demi kenyamanan belajar.

Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah telah menyelesaikan program revitalisasi 30 sekolah di Pidie Jaya pada tahun anggaran 2025, dengan total alokasi dana mencapai Rp19,5 miliar. Proyek ini meliputi berbagai tingkatan, dari 3 PAUD, 16 SD, 4 SMP, 5 SMA, hingga 2 SMK. "Yang 2025 sudah selesai semua, makanya tadi kami sudah kunjungi dan sudah selesai," ujar Mu’ti, mengonfirmasi bahwa seluruh proyek tersebut kini telah rampung dan sebagian sudah mulai dimanfaatkan.
Kendati demikian, sejumlah institusi pendidikan lain masih dalam tahap pembangunan atau menunggu giliran revitalisasi. Untuk tahun anggaran 2026, Mu’ti mengungkapkan bahwa 22 sekolah di Pidie Jaya telah masuk dalam daftar rencana pembangunan lanjutan. Meskipun nilai anggaran spesifik masih dalam proses penghitungan, ia memastikan bahwa sebagian dari proyek ini telah dimulai dan ditargetkan selesai secara bertahap.
Secara spesifik, pembangunan sekolah dasar ditargetkan rampung sebelum dimulainya tahun ajaran baru agar bisa segera digunakan oleh siswa. Adapun untuk jenjang SMA, fasilitas baru diperkirakan baru dapat difungsikan pada tahun berikutnya. Pemerintah berupaya keras agar kondisi darurat ini tidak berlarut-larut dan proses pendidikan di Pidie Jaya dapat segera kembali normal.



