Ads - After Header

Pilu! 40 Korban Banjir Sumut Tak Ditemukan, Ribuan Mengungsi

Ahmad Dewatara

Pilu! 40 Korban Banjir Sumut Tak Ditemukan, Ribuan Mengungsi

Chapnews – Nasional – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatra Utara (Sumut) pada akhir November lalu telah menorehkan luka mendalam, menelan ratusan korban jiwa. Tercatat sebanyak 376 orang ditemukan meninggal dunia, namun 40 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang tanpa jejak. Tragisnya, pencarian terhadap puluhan korban yang tak kunjung ditemukan tersebut kini telah resmi dihentikan.

Keputusan pahit ini disampaikan oleh Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut. Ia menjelaskan bahwa penghentian pencarian diambil setelah melalui berbagai pertimbangan matang, termasuk kondisi lapangan yang ekstrem dan kesiapan mental keluarga korban untuk menerima kenyataan. "Total korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak 376 orang. Sedangkan 40 orang lainnya untuk pencariannya telah dihentikan," ujar Sri Wahyuni kepada chapnews.id.

Pilu! 40 Korban Banjir Sumut Tak Ditemukan, Ribuan Mengungsi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Sri Wahyuni, keluarga para korban yang belum ditemukan telah mengikhlaskan penghentian proses pencarian ini. Di sejumlah lokasi terdampak, mereka bahkan telah melakukan doa bersama dan menebar bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi kerabat yang hilang ditelan bencana. "Masih ada 40 lagi yang hilang. Namun pencarian sudah dihentikan dan keluarga juga sudah ikhlas dan sudah dilakukan penebaran bunga di lokasi," tambahnya.

Data dari BPBD Sumut merinci dampak mengerikan bencana ini di berbagai wilayah. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, mencapai 131 orang, serta 33 orang hilang. Disusul Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 93 korban meninggal dan empat orang hilang.

Selain itu, Sibolga mencatat 55 orang meninggal dunia; Kabupaten Tapanuli Utara 36 orang meninggal dan 2 hilang; Kabupaten Deliserdang 17 meninggal dunia; Kabupaten Langkat 16 tewas; Kabupaten Humbang Hasundutan 10 meninggal dan 1 hilang. Kota Medan juga tak luput dari dampak, dengan 12 korban meninggal dunia; Kabupaten Pakpak Bharat 2 meninggal; Kota Padangsidimpuan 1 orang meninggal dunia; Kabupaten Nias 2 meninggal; dan Kabupaten Nias Selatan 1 orang meninggal.

Meskipun bencana telah berlalu sekitar tiga bulan, dampak sosialnya masih sangat terasa. Hingga kini, sebanyak 4.638 warga masih terpaksa tinggal di posko-posko pengungsian. Pemerintah daerah saat ini tengah berupaya keras melakukan tahap pengosongan pengungsian secara bertahap, seiring dengan perbaikan infrastruktur dan hunian warga yang rusak. "Sekarang ini masih tahap pengosongan pengungsi. Diharapkan tidak ada lagi pengungsi di bulan Ramadan ini di tenda-tenda pengungsi," pungkas Sri Wahyuni, menyiratkan harapan agar warga bisa segera pulih dan kembali ke kehidupan normal mereka.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer