Chapnews – Nasional – Gonjang-ganjing di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian memanas. Mantan Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy, dengan tegas menyatakan bahwa Muktamar ke-10 PPP telah usai dan menunjuk Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030. Pernyataan ini disampaikan Rommy di kawasan Ancol, Jakarta, Minggu malam, setelah serangkaian proses pemilihan yang diklaimnya sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Rommy menjelaskan bahwa Agus Suparmanto terpilih bersama 12 formatur yang mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP seluruh Indonesia. Tim formatur ini akan segera bekerja menyusun kepengurusan PPP untuk lima tahun ke depan. Menurut Rommy, Agus Suparmanto memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam AD/ART, termasuk memiliki kartu tanda anggota (KTA) dan pengalaman di bidang eksekutif, legislatif, dan yudikatif di tingkat pusat.

"Ini adalah konsistensi dari apa yang kami terima dari para ulama yang berkumpul dalam Silatnas Ulama’il Ka’bah," tegas Rommy, menekankan legitimasi pemilihan Agus Suparmanto. Ia juga menambahkan bahwa Ketua Mahkamah Partai PPP, Irfan Pulungan, turut menyaksikan dan menegaskan bahwa proses ini telah sesuai dengan konstitusi partai.
Namun, pernyataan Rommy ini menambah keruh suasana internal PPP. Sebelumnya, Mardiono juga mendeklarasikan diri sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030 melalui mekanisme aklamasi dalam Muktamar yang sama. Mardiono mengklaim langkah aklamasi diambil untuk menyelamatkan Muktamar dari situasi darurat, dengan dukungan sekitar 80 persen peserta.
Dengan demikian, PPP kini dihadapkan pada dualisme kepemimpinan, dengan dua pihak yang sama-sama mengklaim sebagai Ketua Umum periode 2025-2030. Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah dan soliditas partai berlambang Ka’bah tersebut ke depan. Konflik internal ini menjadi tantangan serius bagi PPP dalam menghadapi dinamika politik nasional mendatang.



