Ads - After Header

Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa: Misi Damai RI Dipertanyakan?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Presiden terpilih Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/3) malam. Dalam forum yang berlangsung sekitar empat jam, dari pukul 19.30 hingga 23.30 WIB, Prabowo mengundang sejumlah tokoh kunci, termasuk Presiden dan Wakil Presiden terdahulu, para ketua umum partai politik parlemen, serta mantan Menteri Luar Negeri. Agenda utama diskusi adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang turut hadir, mengungkapkan bahwa jalur diplomasi menjadi fokus utama dalam menyikapi situasi tersebut. Ia telah berkomunikasi dengan Menlu Iran Abbas Aragchi, menekankan pentingnya kembali ke meja perundingan untuk meredakan ketegangan. "Kita juga menegaskan kembali prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah suatu negara," ujar Sugi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dilansir chapnews.id. Selain itu, niat Prabowo untuk menjadi mediator dalam konflik ini juga disampaikan, menunjukkan komitmen Indonesia dalam mencari solusi damai.

Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa: Misi Damai RI Dipertanyakan?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sugi juga membeberkan bahwa Prabowo telah mengambil inisiatif untuk menjalin komunikasi langsung dengan para pemimpin negara-negara di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Qatar, dan Bahrain. "Sudah telepon, dan masih menunggu waktu untuk bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, MbS," imbuhnya, mengindikasikan upaya aktif Prabowo dalam membangun dialog di tengah krisis.

Namun, di tengah upaya diplomasi ini, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi keberhasilan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Menurutnya, eskalasi konflik di Iran berpotensi menurunkan efektivitas BoP dalam mencapai gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi. "Ada kesan bahwa potensi BoP berhasil telah menurun," kata Hasan, menangkap pandangan serupa dari Prabowo sendiri yang siap mengevaluasi keanggotaan Indonesia di BoP jika diperlukan.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih menjadi bagian dari BoP. Meski demikian, ia tidak menampik kemungkinan Presiden Prabowo akan mengevaluasi kembali keanggotaan Indonesia di BoP, terutama jika ada perkembangan signifikan yang melibatkan negara-negara lain. "Sampai hari ini masih dalam posisi seperti itu, kecuali ada evaluasi ulang bersama beberapa negara lain," jelas Paloh, menunjukkan fleksibilitas posisi Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menekankan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut sangat komprehensif, dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. "Kepentingan bangsa kita adalah yang paling utama dalam semua aspek kerja sama dengan siapapun," tegas Cak Imin, menggarisbawahi pentingnya langkah antisipasi dalam menghadapi gejolak global agar tidak merugikan Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer