Ads - After Header

Prabowo Murka! Kehormatan Negara di Ujung Tanduk Saat IHSG Anjlok

Ahmad Dewatara

Prabowo Murka! Kehormatan Negara di Ujung Tanduk Saat IHSG Anjlok

Chapnews – Ekonomi – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dikabarkan menunjukkan kemarahan besar menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi baru-baru ini. Kemarahan Kepala Negara ini disebut-sebut berakar pada isu transparansi yang dinilai mengikis kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Informasi ini diungkap oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, pada Minggu (15/2/2026).

IHSG sendiri diketahui mengalami penurunan signifikan hingga 8 persen, bahkan sempat memicu penghentian perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian serius di kalangan pelaku pasar dan pemerintah.

Prabowo Murka! Kehormatan Negara di Ujung Tanduk Saat IHSG Anjlok
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Hashim Djojohadikusumo menjelaskan bahwa kemarahan Presiden Prabowo bukan tanpa alasan. Ia menyoroti adanya persoalan ketidaktransparanan yang membuat pasar modal Tanah Air dinilai kurang kredibel di mata internasional. "Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ungkap Hashim, mengindikasikan adanya konsekuensi dari insiden tersebut.

Lebih lanjut, Hashim menyebut bahwa isu transparansi ini telah menjadi sorotan serius. Bahkan, firma investasi global Morgan Stanley disebut telah mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia terkait kondisi pasar yang dianggap tidak transparan. "Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia," tambahnya.

Menurut Hashim, fondasi utama keberhasilan pasar modal adalah kepercayaan dan kredibilitas. Ia mengaku telah berdialog dengan delapan investor pada awal pekan ini, yang semuanya menyampaikan harapan agar pemerintah dapat menjaga integritas pasar dengan sungguh-sungguh. "Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas," tegasnya.

Menanggapi situasi ini, pemerintah melalui Hashim menegaskan komitmennya untuk menjaga kehormatan dan reputasi Indonesia di hadapan pelaku pasar global. Bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar. "Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," ujar Hashim.

Hashim mengakhiri pernyataannya dengan menekankan kembali keseriusan Presiden Prabowo terhadap masalah ini. "Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan. Kehormatan negara kita dipertaruhkan," pungkasnya, menandakan bahwa isu ini akan menjadi perhatian utama pemerintah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer