Chapnews – Nasional – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru saja memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (9/2). Dalam pertemuan strategis tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah arahan penting yang berfokus pada evaluasi kinerja, penguatan institusi, serta penekanan peran TNI dan Polri sebagai abdi negara yang dicintai rakyat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan poin-poin penting dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Prasetyo, Rapim tersebut menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan postur dua institusi pertahanan dan keamanan negara itu. "Ini adalah bagian dari evaluasi untuk membentuk TNI yang semakin kuat, profesional, dan maju," jelas Prasetyo. Ia menambahkan, evaluasi ini juga menekankan pentingnya persatuan serta pengedepanan kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan.

Lebih lanjut, Prasetyo Hadi juga menyampaikan apresiasi Presiden Prabowo terhadap kinerja TNI dan Polri. Dalam satu tahun kepemimpinannya, kedua institusi ini dinilai telah sukses menyukseskan berbagai program pemerintah. "Semua program itu selalu berorientasi pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan," tegasnya, sebagaimana dikutip dari laporan chapnews.id.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut menyampaikan inti taklimat dari Presiden Prabowo. Tito menekankan bahwa Presiden mengingatkan agar TNI dan Polri harus mengabdi penuh dan menjelma menjadi tentara serta polisi rakyat. "Artinya, TNI yang didukung dan dicintai oleh rakyat, serta Polri yang didukung dan dicintai oleh rakyat juga, pasti akan menjadi institusi yang kuat," papar Tito.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan pertahanan negara. Hal ini termasuk antisipasi terhadap dinamika geopolitik global yang terus berkembang. "Bapak Presiden secara umum mengarahkan untuk menjaga situasi keamanan, ketertiban, juga pertahanan negara, termasuk aspek geopolitik," ungkap Tito.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan penekanan khusus pada penguatan postur pertahanan negara dan pembangunan kepercayaan publik. Ini menjadi pilar utama dalam menciptakan stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan bagi seluruh elemen bangsa.



