Chapnews – Nasional – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menuduh gerakan sipil seperti demo "Indonesia Gelap" dan tagar #KaburAjaDulu direkayasa dan dibiayai koruptor mendapat kecaman keras dari Amnesty International Indonesia (AII). AII menilai pernyataan tersebut sebagai serangan terhadap kebebasan berekspresi dan upaya delegitimasi gerakan masyarakat sipil.
Wirya Adiwena, Deputi Direktur AII, dalam keterangan tertulis Senin (21/7), menyatakan klaim Prabowo tak berdasar dan mirip dengan taktik Presiden AS Donald Trump yang kerap mendegradasi suara kritis. "Pernyataan Presiden tersebut jelas merupakan bentuk serangan terhadap kebebasan berekspresi," tegas Wirya. Ia menambahkan, "Ini adalah upaya mendelegitimasi gerakan masyarakat sipil dengan klaim tak berdasar. Pernyataan Prabowo tak didukung bukti yang bisa dipertanggungjawabkan."

AII mencatat, ini bukan kali pertama Prabowo menyerang kritik masyarakat. Sebelumnya, ia juga menuding LSM membawa kepentingan asing dan bermaksud memecah belah. Alih-alih menanggapi substansi kritik, Prabowo justru menyerang motif dan kredibilitas pengkritiknya. "Sikap Presiden yang terus-menerus mengarahkan tudingan kepada LSM, aktivis, dan gerakan sipil mendelegitimasi kritik masyarakat," ujar Wirya.
Menurut AII, tuduhan tersebut menciptakan narasi berbahaya yang seolah-olah siapa pun yang mengkritik pemerintah adalah musuh negara atau antek koruptor. "Ini retorika khas rezim otoriter yang takut pada transparansi dan pertanggungjawaban publik," tambahnya. AII mendesak Prabowo menghentikan klaim tak berdasar dan menjamin akses masyarakat untuk menyampaikan kritik secara damai.
Sebelumnya, dalam pidato di Kongres PSI Solo (20/7), Prabowo menyebut demo "Indonesia Gelap" dan tagar #KaburAjaDulu sebagai rekayasa yang dibiayai koruptor. Ia juga pernah mempertanyakan asal usul narasi "Indonesia Gelap" dalam pidato di Kongres Partai Demokrat Februari lalu. Demo "Indonesia Gelap" sendiri digelar pada 17-21 Februari 2025, menyoroti kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran selama 100 hari pertama. Tagar #KaburAjaDulu muncul di awal 2025 sebagai ekspresi kekecewaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Prabowo sebelumnya juga menuduh kekuatan asing membiayai LSM untuk mengadu domba, dalam pidato Hari Lahir Pancasila Juni lalu. (ryn/kid)



