Chapnews – Ekonomi – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengeluarkan peringatan penting terkait potensi lonjakan pergerakan masyarakat pada periode Angkutan Lebaran 2026. Ia memprediksi, realisasi jumlah pemudik tahun ini berpeluang besar melampaui angka yang tertera dalam survei awal, sebuah skenario yang tidak asing berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan Dudy dalam keterangan resminya, sebagaimana dikutip chapnews.id pada Rabu (18/2/2026).
Dudy menjelaskan, kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Merujuk pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025, angka prakiraan pergerakan masyarakat awalnya tercatat sebesar 146,4 juta orang. Namun, realitas di lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi, mencapai 154,6 juta orang. "Melihat hasil survei tahun kemarin, kita harus mengantisipasi, karena ada kemungkinan realisasi akan lebih besar atau mendekati angka tahun kemarin," tegas Menhub, menggarisbawahi perlunya kewaspadaan ekstra.

Untuk Lebaran 2026 sendiri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan pergerakan masyarakat sebesar 143,9 juta orang, sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan proyeksi tahun 2025. Meskipun demikian, dengan adanya tren realisasi yang selalu melampaui prediksi, Kemenhub menekankan pentingnya langkah antisipatif, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi yang berpotensi mengalami kepadatan luar biasa.
Salah satu area yang menjadi sorotan utama adalah Provinsi Lampung. Dudy mengungkapkan, Lampung masuk dalam daftar lima besar destinasi favorit masyarakat dari kawasan Jabodetabek, dengan estimasi pergerakan mencapai 778,67 ribu orang. Kondisi ini menuntut perhatian serius, khususnya di Pelabuhan Bakauheni, yang berfungsi sebagai gerbang utama penyeberangan menuju Pulau Sumatera. Antisipasi kepadatan dan penumpukan penumpang serta kendaraan di titik ini menjadi prioritas guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.


