Ads - After Header

Purbaya: Defisit APBN 2025 Sengaja Naik, Hindari Morat-marit!

Ahmad Dewatara

Purbaya: Defisit APBN 2025 Sengaja Naik, Hindari Morat-marit!

Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2025 akan mencapai Rp695,1 triliun, setara dengan 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan pelebaran dari target awal dan defisit tahun sebelumnya, namun Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah sadar pemerintah untuk menjaga perekonomian tetap stabil di tengah tekanan global.

Purbaya menjelaskan, defisit APBN 2025 yang melebar dari rencana awal 2,53 persen menjadi 2,92 persen adalah bagian dari strategi countercyclical. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan roda perekonomian nasional tetap berputar dan berekspansi, terutama menghadapi potensi gejolak ekonomi sepanjang tahun 2025.

Purbaya: Defisit APBN 2025 Sengaja Naik, Hindari Morat-marit!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen. Ini tadi dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Januari 2026, Kamis (8/1/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah sebenarnya memiliki opsi untuk menekan defisit hingga nol persen dengan memangkas belanja negara. Namun, ia memperingatkan bahwa langkah ekstrem tersebut justru akan berdampak buruk dan membuat kondisi ekonomi Indonesia "morat-marit".

"Saya buat defisit 0 persen juga bisa tapi ekonomi morat-marit," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya defisit yang terukur sebagai instrumen kebijakan fiskal.

Meski defisit mengalami peningkatan, Purbaya mengapresiasi kinerja jajaran Kementerian Keuangan yang berhasil menjaga angka defisit tetap di bawah ambang batas konstitusi 3 persen. Pencapaian ini, menurutnya, adalah bukti kehati-hatian fiskal yang ketat di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

"Kita pastikan di bawah 3 persen ini adalah standar yang paling ketat. Jadi kita mengacu ke sana terus walaupun keadaan agak menekan kita," tambahnya. "Ini kepiawaian teman-teman Kemenkeu untuk jaga fiskal. Kita jaga defisit di bawah 3 persen walau keadaan agak menekan kita."

Purbaya optimistis bahwa stimulus fiskal yang digulirkan pada tahun 2025 akan mulai membuahkan hasil positif pada tahun 2026. Dengan fondasi ekonomi yang diharapkan semakin solid, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen dan berencana untuk secara bertahap menekan angka defisit kembali ke level yang lebih rendah.

"Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4 persen, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi," pungkasnya.

Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus mengelola keuangan negara secara adaptif, memastikan masyarakat dapat merasakan dampak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer