Ads - After Header

Purbaya: Prediksi Moody’s Soal RI ‘Offside’!

Ahmad Dewatara

Purbaya: Prediksi Moody's Soal RI 'Offside'!

Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan bahwa koreksi peringkat yang dilakukan oleh Moody’s Ratings terhadap prospek kredit Indonesia menjadi negatif, dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil. Kritik utama Purbaya tertuju pada asumsi lembaga pemeringkat internasional tersebut yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu dasar penilaian mereka.

Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Grand CIMB Niaga pada Kamis (12/2/2026), Purbaya menyoroti rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 mencapai 5,11 persen. Angka ini, menurutnya, justru lebih tinggi dari perkiraan Moody’s. "Moody’s mengeluarkan outlook Indonesia negatif karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat, katanya. Padahal ternyata pertumbuhan lebih tinggi. Setelah itu IMF menaikkan prediksi kita dari 4,9 ke 5,2 untuk tahun ini. JP Morgan juga sama, dari 4,9 ke 5,2. Jadi ada yang offside kelihatannya," ungkap Purbaya, mengindikasikan bahwa penilaian Moody’s terkesan melenceng dari fakta yang ada. Ia menambahkan bahwa sejumlah lembaga keuangan global lainnya, seperti IMF dan JP Morgan, justru merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, dari 4,9 persen menjadi 5,2 persen untuk tahun ini.

Purbaya: Prediksi Moody's Soal RI 'Offside'!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi guna menjaga momentum positif pasca-rilis BPS. Berbagai indikator ekonomi, baik mikro maupun makro, menunjukkan tren yang menjanjikan. Di antaranya adalah indeks kepercayaan konsumen yang terus membaik, peningkatan kurva konsumsi BBM, serta kenaikan penjualan listrik untuk sektor industri dan manufaktur, yang tercermin dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang ekspansif belakangan ini. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mengoptimalkan kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan bernilai tambah. Intervensi ini diharapkan dapat menjaga sentimen pasar yang positif dan memastikan laju perekonomian nasional tetap stabil, sekaligus mempengaruhi penilaian dari lembaga-lembaga internasional.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer