Ads - After Header

Raja Ampat Geger! Tambang Nikel Disetop!

Ahmad Dewatara

Raja Ampat Geger! Tambang Nikel Disetop!

Chapnews – Ekonomi – PT Gag Nikel, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, menyatakan sikapnya terkait penghentian sementara operasional tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk menghentikan sementara aktivitas penambangan hingga proses verifikasi lapangan tuntas, disambut PT Gag Nikel dengan penuh hormat dan penerimaan.

"Gag Nikel telah mengantongi seluruh perizinan operasi dan menjalankan operasional sesuai prinsip Good Mining Practices," tegas Plt Presiden Direktur PT Gag Nikel, Arya Arditya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/6/2025). Ia menambahkan bahwa perusahaan siap memberikan seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan untuk proses verifikasi Kementerian ESDM.

Raja Ampat Geger! Tambang Nikel Disetop!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Arya menekankan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan kepatuhan hukum, terutama terkait perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ia juga menegaskan bahwa lokasi operasional tambang berada di luar kawasan konservasi dan Geopark UNESCO, serta telah tercantum dalam tata ruang daerah Kawasan Penambangan Raja Ampat.

Lebih lanjut, Arya menjelaskan koordinasi intensif yang dilakukan Gag Nikel dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan untuk pengawasan dan monitoring operasional tambang. Sejak beroperasi pada 2018 setelah mendapatkan izin produksi pada 2017, Gag Nikel telah menjalankan berbagai program keberlanjutan. Program tersebut meliputi rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 666,6 hektare, dengan 231,1 hektare telah berhasil ditanami dan diserahkan, 150 hektare dalam proses penilaian, dan 285 hektare dalam perawatan.

Selain itu, reklamasi area tambang seluas 136,72 hektare (per April 2025) telah dilakukan, dengan penanaman lebih dari 350.000 pohon, termasuk 70.000 pohon endemik dan lokal untuk percepatan pemulihan ekosistem. Upaya konservasi terumbu karang pun dilakukan melalui program transplantasi seluas 1.000 m², dengan monitoring triwulanan oleh tim internal dan pengawasan tahunan bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer