Chapnews – Ekonomi – Indonesia tengah bersiap menghadapi era ketahanan energi yang lebih kuat dengan rencana ambisius. PLN Indonesia Power, sebagai garda terdepan dalam penyediaan listrik nasional, mengumumkan pengembangan 268 proyek pembangkit listrik baru dengan total kapasitas fantastis mencapai 30.276,2 MW. Proyek-proyek ini akan tersebar di berbagai penjuru nusantara, menandai langkah signifikan dalam memperkuat pasokan energi nasional sekaligus mendukung visi pemerintah menuju swasembada energi.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan bahwa inisiatif masif ini bukan sekadar penambahan kapasitas, melainkan bagian integral dari transformasi strategis perusahaan. Tujuannya adalah menciptakan sistem pembangkitan yang jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. "PLN Indonesia Power berkomitmen menjadi salah satu penggerak utama transisi energi nasional. Melalui pengembangan pembangkit baru yang semakin didominasi energi baru terbarukan serta upaya dekarbonisasi pembangkit eksisting, kami optimistis dapat mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060," tegas Bernadus dalam pernyataan yang dirilis belum lama ini.

Dari total kapasitas yang direncanakan, sekitar 28 GW dialokasikan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025, sementara 2,2 GW merupakan proyek yang telah mendapatkan penugasan sebelumnya. Secara rinci, program ini mencakup 255 proyek di bawah alokasi RUPTL 2025 dan 13 proyek yang telah ditugaskan sebelumnya, menjadikan total 268 proyek siap digarap.
Dalam peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060, PLN Indonesia Power menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit secara bertahap. Dari sekitar 23 GW pada tahun 2025, kapasitas ditargetkan melonjak hingga sekitar 107 GW pada tahun 2060. Transformasi masif ini akan diwujudkan melalui dua strategi utama: pertama, pengembangan pembangkit baru dengan emisi rendah hingga nol karbon; kedua, optimalisasi pembangkit yang sudah ada agar beroperasi lebih efisien dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.
Selain fokus pada pembangunan fasilitas baru, perusahaan juga gencar melakukan berbagai upaya dekarbonisasi pada pembangkit yang telah beroperasi. Langkah-langkah inovatif ini mencakup penerapan biomass co-firing untuk mengurangi penggunaan batu bara, pemanfaatan hidrogen dan biofuel sebagai alternatif bahan bakar yang lebih bersih, serta pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) untuk menangkap emisi karbon.
"Kami tidak hanya fokus membangun pembangkit energi bersih baru, tetapi juga melakukan transformasi pembangkit yang sudah ada melalui berbagai inovasi teknologi rendah karbon. Dengan pendekatan komprehensif ini, transisi energi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan nasional," pungkas Bernadus, menegaskan komitmen PLN Indonesia Power terhadap masa depan energi Indonesia yang cerah dan berkelanjutan.


