Chapnews – Nasional – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, secara tegas menolak opsi Restorative Justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan ini disampaikan di tengah langkah Rismon Sianipar yang memilih jalur damai dan meminta maaf kepada pihak Jokowi, menunjukkan perbedaan sikap yang mencolok dalam menghadapi isu sensitif ini.
Berbicara di Resto Larazetta, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/3), Roy Suryo menegaskan komitmennya untuk terus menempuh jalur hukum. "Insya Allah 99,9 persen saya tidak akan meminta RJ. Itu klir betul," ujarnya, menandaskan keputusannya yang bulat. Ia menambahkan bahwa perjuangan ini akan terus berlanjut untuk "menegakkan dan men-challenge ijazah dari Jokowi yang 99,9 persen palsu tadi."

Menanggapi langkah Rismon Sianipar yang memilih berdamai dan bahkan bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Roy Suryo hanya memberikan doa. "Saya di bulan suci Ramadan ini hanya bisa mengatakan, moga-moga Rismon Hasiholan Sianipar mendapatkan hidayah. Bagi orang yang mungkin lagi enggak jelas, lagi tersesat atau lagi apa, doakan saja," katanya dengan nada prihatin.
Roy Suryo juga menekankan bahwa perlawanan hukum yang ia galang bersama rekan-rekannya tidak akan mereda dalam waktu dekat. Dengan analogi yang kuat, ia menyatakan, "Persoalan ini enggak akan berhenti. Perang Amerika, Israel lawan Iran aja ya, itu tidak akan berhenti sebelum Jokowi menunjukkan ijazah aslinya. Enggak akan berhenti. Jadi artinya ini tetap terus." Pernyataan ini menggarisbawahi tekadnya yang pantang surut hingga kejelasan mengenai keaslian ijazah Presiden Jokowi terungkap, menurut pandangannya.



