Ads - After Header

Rp3,37 T Guyur Chandra Asri, Impor Kimia Tamat!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Dua entitas investasi raksasa, Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA), baru-baru ini meneken perjanjian penting dengan Chandra Asri Group. Kesepakatan strategis ini mengalirkan dana segar senilai USD 200 juta, atau setara dengan Rp3,37 triliun, yang akan digunakan untuk pengembangan proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Inisiatif ini digadang-gadang sebagai langkah krusial untuk menekan angka impor bahan baku kimia esensial di Indonesia.

Penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) ini menandai komitmen modal lanjutan setelah sebelumnya kedua belah pihak menyepakati Nota Kesepahaman. Investasi dari Danantara dan INA sebesar Rp3,37 triliun tersebut merupakan bagian signifikan dari total nilai proyek CA-EDC yang diperkirakan mencapai USD 800 juta, atau sekitar Rp13,5 triliun.

Rp3,37 T Guyur Chandra Asri, Impor Kimia Tamat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa proyek CA-EDC ini telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Fokus utamanya adalah memperkuat produksi bahan baku kimia krusial seperti Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) di dalam negeri. "Fasilitas baru ini diharapkan mampu secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan baku vital bagi berbagai sektor industri, sekaligus mempercepat agenda hilirisasi nasional," terang Pandu dalam keterangan tertulis yang diterima chapnews.id.

Ia menambahkan, "Perjanjian ini adalah bukti nyata komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat industri strategis nasional yang tidak hanya memberikan nilai tambah tinggi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini bukan sekadar respons terhadap ketergantungan impor, melainkan langkah konkret untuk mempercepat hilirisasi, motor penggerak ekonomi bangsa."

Senada, Eddy Porwanto, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, menegaskan bahwa investasi ini selaras dengan misi jangka panjang INA. "Investasi ini mencerminkan mandat jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional," ujar Eddy. Kolaborasi dengan Chandra Asri, sebagai pemain petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, diharapkan mampu memperkokoh fondasi permodalan dan daya saing industri kimia Tanah Air.

Menyambut baik kemitraan strategis ini, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyatakan optimisme. Proyek CA-EDC diyakini akan secara signifikan menekan impor bahan kimia strategis, memperkuat rantai pasok domestik, serta mendukung penuh program hilirisasi industri nasional.

Secara lebih luas, pembangunan fasilitas ini diproyeksikan akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja selama fase konstruksi. Setelah beroperasi penuh, fasilitas ini akan membutuhkan sekitar 250 tenaga kerja permanen, memberikan dampak positif pada penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer