Ads - After Header

Rupiah Menguat! Dolar AS Goyah Dihantam Isu Panas Ini!

Ahmad Dewatara

Rupiah Menguat! Dolar AS Goyah Dihantam Isu Panas Ini!

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Mata uang Garuda berhasil menguat tipis, menutup sesi di level Rp16.888 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah gejolak sentimen global dan data ekonomi AS yang beragam.

Berdasarkan data pasar terkini, rupiah tercatat naik 6 poin atau sekitar 0,04 persen terhadap greenback. Penguatan ini memberikan sedikit angin segar bagi pasar domestik, meskipun pergerakan yang terjadi relatif terbatas dalam skala harian.

Rupiah Menguat! Dolar AS Goyah Dihantam Isu Panas Ini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa salah satu pendorong utama apresiasi rupiah datang dari sentimen eksternal. Ia menyoroti risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Januari yang baru dirilis. Risalah tersebut, menurut Ibrahim, menunjukkan nada yang hati-hati namun cenderung hawkish, memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga dalam waktu dekat tidak akan terjadi.

"Hal itu membuat Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil," jelas Ibrahim dalam risetnya yang dikutip oleh chapnews.id.

Di sisi lain, data ekonomi AS yang optimis turut mempengaruhi pergerakan pasar. Klaim Pengangguran Awal AS untuk minggu yang berakhir pada 14 Februari tercatat turun signifikan menjadi 206 ribu, jauh di bawah perkiraan 225 ribu dan angka sebelumnya 229 ribu. Sementara itu, Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia melonjak menjadi 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan membaik dari 12,6 di Januari. Data-data ini sejatinya memberikan dukungan bagi penguatan Dolar AS, namun tampaknya tidak sepenuhnya menghalangi laju rupiah.

Namun, bayang-bayang risiko geopolitik terkait ketegangan antara AS dan Iran menjadi faktor lain yang menciptakan dinamika pasar. Meskipun ada pembicaraan tingkat tinggi di awal pekan, ketegangan tetap tinggi. chapnews.id melaporkan, militer AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran, menyusul peningkatan signifikan kekuatan militer AS di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis juga memberikan ultimatum kepada Iran, menyatakan bahwa Teheran memiliki waktu maksimal 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya. Trump menegaskan, "hal-hal yang sangat buruk akan terjadi" jika kesepakatan tidak tercapai, dan AS akan "mendapatkan kesepakatan dengan cara apa pun." Pernyataan keras ini menambah ketidakpastian global, yang seringkali memicu pergerakan tak terduga di pasar mata uang, termasuk memberikan ruang bagi mata uang seperti rupiah untuk menguat di tengah kompleksitas sentimen.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer