Chapnews – Nasional – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyo, dengan tegas membantah narasi yang viral di berbagai platform media sosial mengenai hilangnya barang bukti narkotika jenis sabu seberat 160 kilogram. Isu tersebut mengklaim bahwa sabu yang disita telah lenyap karena dimakan oleh tikus dan serangga, sebuah klaim yang disebut Luckyo sebagai hoaks murni.
Isu yang belakangan ini menyebar luas di jagat maya tersebut sontak memicu beragam spekulasi dan perbincangan hangat di kalangan warganet. Narasi tersebut menggambarkan skenario hilangnya barang bukti dalam jumlah fantastis, yang seolah-olah terjadi di lingkungan Polres Toraja Utara.

Menanggapi kehebohan ini, AKBP Stephanus Luckyo menegaskan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong yang menyesatkan. "Kabar yang beredar di media sosial terkait barang bukti sabu seberat 160 Kg hilang karena dimakan tikus dan serangga itu adalah hoaks atau berita bohong," ujar Luckyo saat dikonfirmasi oleh chapnews.id pada Rabu (11/3). Ia menambahkan bahwa narasi tersebut tidak didasari oleh data yang valid dan sengaja diciptakan untuk membentuk opini negatif terhadap institusi kepolisian.
Luckyo menjelaskan fakta sebenarnya dengan lugas. "Faktanya, Polres Toraja Utara tidak pernah melakukan pengungkapan atau penyitaan kasus narkoba jenis sabu dengan jumlah sebesar 160 Kg. Angka tersebut jelas merupakan manipulasi informasi yang tidak memiliki dasar data sama sekali," tegasnya. Pernyataan ini sekaligus menepis dugaan adanya kelalaian atau praktik tidak profesional dalam penanganan barang bukti di wilayah hukumnya.
Lebih lanjut, Luckyo menduga bahwa penyebaran narasi palsu ini bertujuan untuk mendiskreditkan integritas kepolisian dalam mengelola barang bukti. Ia juga menyoroti penggunaan gambar-gambar yang menyertai hoaks tersebut, yang menurutnya merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), bukan foto kejadian nyata.
Di tengah maraknya informasi palsu, AKBP Stephanus Luckyo menegaskan komitmen penuh Polres Toraja Utara dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. "Kami akan terus berdiri teguh dan berkomitmen penuh memerangi peredaran gelap narkotika di Kabupaten Toraja Utara demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi yang beredar. "Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks. Mari lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, saring sebelum dibagikan," pungkas Luckyo, mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya lebih luas.


