Chapnews – Nasional – Semangat belajar siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Bungo Tanjuang, Tanah Datar, Sumatera Barat patut diacungi jempol. Meski harus belajar di tenda darurat selama dua bulan terakhir, mereka tetap antusias mengikuti pelajaran.
Kondisi ini terjadi setelah tebing penahan dinding sekolah terancam ambruk. Garis polisi pun dipasang di sekitar area berbahaya demi keamanan siswa dan guru.

Salah seorang siswa kelas IV mengungkapkan bahwa belajar di tenda darurat tetap menyenangkan, meski cuaca panas menjadi tantangan tersendiri. Motivasi dari para guru menjadi penyemangat utama.
Para siswa berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki kerusakan sekolah. Beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan karena risiko ambruk, bahkan fasilitas wudu pun sudah hancur akibat hujan deras sejak November 2025.
Herna Permata Sari, seorang guru SDN 11 Bungo Tanjuang, menjelaskan bahwa enam kelas terancam ambruk. Proses belajar mengajar di tenda darurat dilakukan secara bergantian, dengan dua kelas setiap harinya. Durasi pelajaran pun disesuaikan, dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, kemudian dilanjutkan di kelas yang kosong.
Pihak sekolah berharap solusi segera ditemukan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. Terlebih, saat siang hari, kondisi di dalam tenda darurat menjadi sangat panas.
Polisi telah dua kali memasang garis polisi di sekitar sekolah. Pertama kali dilakukan setelah toilet dan tempat wudu ambruk akibat hujan deras pada akhir 2024. Pemasangan kedua dilakukan setelah dinding tebing di sisi kanan sekolah ambruk, menyebabkan beberapa bangunan retak.



