Chapnews – Nasional – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Arafah dan dapat melaksanakan wukuf. Pernyataan ini disampaikan Menag melalui sambungan video dari Arafah dalam siaran langsung chapnews.id, Kamis malam WIB. "Itu kewajiban kami, tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal," tegasnya.
Sebelumnya, kabar mengenai ratusan jemaah haji Indonesia yang terlantar dan kesulitan menuju Arafah sempat menimbulkan kekhawatiran. Laporan dari jemaah haji kepada chapnews.id menyebutkan adanya jemaah yang ditempatkan di tenda sempit dan bahkan ada yang tertahan di lobi hotel tanpa fasilitas memadai hingga Rabu malam waktu setempat. Salah satu jemaah, Dewi, mengungkapkan situasi yang mencekam dan kinerja syarikah haji yang dinilai buruk. Ia juga membagikan foto dan video yang memperlihatkan jemaah terlantar menunggu bus. Dewi bahkan menyebut ada rombongan yang dipaksa berangkat ke Arafah tanpa jaminan tenda.

Pada Kamis pagi WIB, sekitar 695 jemaah, 40 persennya lansia, dilaporkan belum berangkat ke Arafah. Mereka seharusnya sudah tiba sejak Rabu malam. Kekurangan layanan katering juga dikeluhkan, dengan makanan siap saji menggantikan layanan katering normal sehari sebelum wukuf. "Orang kan enggak makan dari semalam," ungkap Dewi.
Namun, berdasarkan informasi terbaru dari Menag, semua jemaah akhirnya berhasil diberangkatkan ke Arafah. Keberhasilan ini menjadi lega bagi seluruh pihak, mengingat wukuf merupakan rukun haji kedua yang sangat penting. Syarikah haji, lembaga yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi, bertanggung jawab atas layanan jemaah haji, termasuk akomodasi, transportasi, dan konsumsi. Kejadian ini menjadi sorotan dan evaluasi penting bagi peningkatan pelayanan jemaah haji di masa mendatang.



