(Foto: chapnews.id)
Chapnews – Ekonomi – Mega proyek infrastruktur transportasi massal di Indonesia terus menunjukkan geliatnya. Teranyar, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dikabarkan tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan PT MRT Jakarta. Fokusnya? Pengembangan ambisius jalur MRT Koridor Timur-Barat, yang membentang dari Kembangan hingga Balaraja. Inisiatif ini digadang-gadang sebagai solusi vital untuk mengintegrasikan kawasan permukiman padat di Jakarta Barat dan Banten, sekaligus mempermudah pergerakan masyarakat antarprovinsi.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, menegaskan bahwa integrasi ini bukan sekadar penambahan rute. "Integrasi ini diharapkan membuat kawasan semakin hidup dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih efisien," ungkap Albert, Minggu (15/3/2026). Ia menambahkan, "Aksesibilitas di wilayah Serpong akan semakin beragam dengan adanya pilihan moda transportasi massal ini." Pernyataan ini menggarisbawahi visi untuk menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih dinamis dan terhubung.
Serpong, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penyangga ibu kota dengan pertumbuhan pesat, telah menjelma menjadi pusat hunian dan gaya hidup modern. Menangkap potensi tersebut, SMRA melalui unit bisnisnya telah menggarap area seluas sekitar 850 hektare. Pengembangan ini tidak main-main, mengusung konsep kota terpadu yang memadukan secara harmonis hunian, area komersial, fasilitas pendidikan, hingga ruang publik yang asri.
Albert Luhur lebih lanjut memaparkan bahwa inti dari pengembangan kawasan ini adalah integrasi fungsi dan konektivitas yang optimal, dirancang untuk menopang seluruh spektrum aktivitas masyarakat. "Penambahan akses menuju wilayah Serpong diyakini dapat meningkatkan nilai kawasan serta merangsang pertumbuhan potensi bisnis di sekitarnya," imbuhnya. Ini menunjukkan komitmen SMRA untuk tidak hanya membangun fisik, tetapi juga ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Hingga laporan ini disusun, area pengembangan SMRA di Serpong telah menunjukkan capaian signifikan. Lebih dari 12.000 unit rumah, 6.000 unit apartemen, 1.800 kavling perumahan, dan sekitar 2.000 unit ruko telah rampung dibangun. Seluruhnya tersebar di empat kawasan utama yang menjadi tulang punggung pengembangan kota terpadu tersebut. Jika rencana integrasi MRT ini terealisasi, Serpong diprediksi akan semakin kokoh sebagai salah satu magnet investasi dan hunian strategis di masa depan.



