Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengamankan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan menambah kuota impor sebanyak 1,4 juta kiloliter. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan permintaan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, sekaligus merespon indikasi penipisan stok BBM di beberapa daerah.
Menanggapi isu kelangkaan BBM yang mulai mencuat, Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya, mengungkapkan bahwa Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan melakukan evaluasi dan penyesuaian kuota subsidi BBM di tingkat kota dan kabupaten. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi BBM yang merata dan tepat sasaran.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa kuota Pertalite tahun ini sebesar 31,13 juta kiloliter diperkirakan akan terserap hingga 90,34% pada akhir tahun. Sementara itu, untuk Biosolar, tingkat serapan diproyeksikan mencapai 98,14% dari kuota 18,69 juta kiloliter. Dengan demikian, stok yang tersisa hingga akhir tahun diperkirakan sangat terbatas. Kebijakan impor tambahan ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memperkuat stok BBM nasional dan menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Indonesia.



