Chapnews – Nasional – Cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Sulawesi Tengah, Aceh, hingga Sumatera Barat. Ribuan warga terdampak dan aktivitas terganggu akibat bencana ini.
Sulteng Dikepung Banjir dan Angin Puting Beliung

Tiga kabupaten di Sulawesi Tengah, yaitu Tolitoli, Morowali Utara, dan Buol, mengalami bencana banjir, angin puting beliung, dan abrasi pantai akibat cuaca ekstrem. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, menyatakan bahwa pihaknya sedang menangani laporan dari ketiga daerah tersebut.
Di Tolitoli, angin puting beliung merusak dua rumah warga di Desa Dadakitan. Banjir di Morowali Utara merendam 12 rumah di Desa Saemba setelah hujan deras menyebabkan Sungai Kasimpo dan Sungai Tobungka meluap. Sementara itu, abrasi pantai mengancam 11 rumah di Desa Busak 1, Buol.
Agam, Sumbar Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa lima kecamatan dilanda banjir bandang, longsor, pohon tumbang, dan jalan amblas akibat curah hujan tinggi dan angin kencang.
Banjir merendam tiga rumah di Kecamatan Banuhampu. Tanah longsor menutupi akses jalan di Kecamatan Tanjung Raya dan menimbun kolam renang serta sawah. Pohon tumbang sempat menutup akses jalan nasional di Kecamatan Palupuh. Selain itu, badan jalan amblas di Palupuh dan tanah longsor menutupi akses jalan provinsi di Kecamatan Palembayan.
Padang Pariaman Tetapkan Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mencatat belasan lokasi ditimpa bencana longsor, banjir, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan bahwa data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlanjutnya cuaca ekstrem.
Banjir terjadi di Ulakan Tapakis dan Batang Anai, sementara longsor menyebabkan jalan yang menghubungkan Mapolres Padang Pariaman dengan RSUD Padang Pariaman terputus. Pemkab Padang Pariaman akan menetapkan status tanggap darurat untuk dua pekan ke depan.



