Chapnews – Ekonomi – Pemerintah menggenjot upaya pemulihan akses jalan dan jembatan di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera yang diterjang bencana alam. Armada alat berat, mencapai puluhan unit, telah dimobilisasi secara masif untuk membuka kembali jalur konektivitas vital antarwilayah yang sempat lumpuh total akibat longsor dan banjir bandang.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar merupakan keniscayaan dan prioritas utama. Hal ini krusial untuk menjamin kelancaran mobilitas warga serta distribusi logistik dan kebutuhan pokok. Penanganan difokuskan secara simultan, khususnya pada sektor sumber daya air dan pemulihan konektivitas jaringan jalan nasional.

"Prioritas kami meliputi normalisasi aliran sungai, pengamanan tanggul kritis, serta penyediaan akses air bersih yang layak bagi masyarakat terdampak. Infrastruktur sumber daya air harus segera berfungsi optimal guna memulihkan aktivitas warga dan menekan potensi risiko bencana susulan," jelas Dody dalam keterangan resminya kepada chapnews.id.
Di lokasi bencana, PT Hutama Karya (Persero) turut mendukung pekerjaan darurat di sejumlah titik strategis yang krusial bagi akses transportasi. Di Pidie Jaya, misalnya, sejumlah ekskavator telah dimobilisasi untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Sementara itu, di Takengon, penanganan Jembatan Krueng Pelang diperkuat dengan pemasangan Jembatan Bailey sebagai solusi sementara, didukung oleh pengerahan crane, wheel loader, dan dump truck untuk mempercepat proses.
Dukungan serupa juga terlihat pada ruas Gayo Lues–Blangkejeren, di mana belasan unit ekskavator dan wheel loader dikerahkan untuk mempercepat penanganan badan jalan yang rusak. Di wilayah Lawe Alas, Natam, Ketambe, dan Kampung Simpur, fokus pekerjaan meliputi perbaikan jalan akses yang vital serta pembangunan tanggul sungai untuk mengamankan jalur transportasi dari ancaman banjir bandang.
Pada koridor Gayo Lues–Kutacane, penanganan intensif dilakukan pada Jembatan Lawe Penanggalan dan Jembatan Mengkudu I. Langkah-langkah yang diambil meliputi pengalihan aliran sungai, pembuatan tanggul pengaman, pemindahan jalan akses sementara, serta perbaikan menyeluruh badan jalan yang terdampak parah oleh erosi. Seluruh upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dan BUMN dalam memulihkan kembali denyut nadi kehidupan di wilayah Sumatera yang diterjang bencana.



