Chapnews – Nasional – Gelombang pasang atau banjir rob kembali menerjang kawasan pesisir Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat lalu. Insiden ini menyebabkan ratusan keluarga, tepatnya 521 Kepala Keluarga (KK), harus berhadapan dengan genangan air laut yang masuk hingga ke dalam rumah-rumah mereka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengonfirmasi bahwa dampak paling parah terasa di wilayah RW 003 Kampung Gaga, Desa Tanjung Pasir. "Total ada 521 keluarga yang terdampak banjir rob di Desa Tanjung Pasir," ujar Taufik kepada chapnews.id.

Menurut Taufik, ketinggian genangan air mencapai kisaran 30 hingga 40 sentimeter. Air tidak hanya merendam jalan-jalan lingkungan, tetapi juga menyusup ke bagian dalam hunian warga, menimbulkan keprihatinan mendalam bagi penduduk setempat.
Fenomena banjir rob ini, jelas Taufik, dipicu oleh kombinasi pasang air laut yang tinggi di sepanjang pesisir utara Tangerang, berbarengan dengan intensitas curah hujan yang signifikan. "Air rob bukan cuma menggenang di jalanan, tapi juga masuk ke dalam rumah warga," tambahnya, menggambarkan kondisi yang dihadapi masyarakat.
Meskipun demikian, tidak ada laporan mengenai warga yang mengungsi. Sebagian besar penduduk memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing, menanti air surut dan berharap situasi segera membaik.
Menyikapi kondisi ini, BPBD Kabupaten Tangerang tengah bergerak cepat mempersiapkan bantuan logistik esensial bagi para korban. "Kebutuhan saat ini adalah logistik. Saat ini pihak pemerintah desa sudah kami arahkan untuk datang ke kantor BPBD," pungkas Taufik, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat terdampak.



