Chapnews – Nasional – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bertindak cepat mengatasi tumpukan sampah masif yang menggunung di Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan, Banten. Sebanyak 116 ton limbah berhasil diangkut setelah keluhan warga memuncak, menyusul kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Situasi darurat sampah ini bermula dari laporan warga yang menyebutkan tumpukan limbah telah mencapai ketinggian yang nyaris menyentuh atap bangunan pasar. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan bau busuk menyengat yang mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli, tetapi juga berpotensi besar menjadi sumber pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan komitmen lembaganya dalam merespons cepat aduan masyarakat. "Kami merespons cepat aduan warga dengan memastikan pengangkutan sampah dan penataan lokasi berjalan," ujar Hanif dalam pernyataannya pada Kamis (18/12). Ia menambahkan bahwa ke depan, KLH/BPLH akan mendorong penguatan sistem penampungan dan pengawasan agar persoalan sampah di pasar dapat dikendalikan secara berkelanjutan.
Untuk menindaklanjuti laporan ini, KLH/BPLH segera mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan dan Dinas Pasar. Operasi pengangkutan sampah dilakukan secara intensif sejak malam hingga pagi hari berikutnya, membersihkan area yang sebelumnya dipenuhi tumpukan limbah dari aktivitas pasar dan timbulan masyarakat sekitar.
Sebagai langkah lanjutan, lokasi bekas tumpukan sampah akan diperkeras dan disiapkan kontainer sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS). Truk khusus juga akan ditempatkan di area yang telah dibersihkan untuk memastikan penanganan sampah pasar berjalan optimal dan mencegah penumpukan kembali. Selain itu, KLH/BPLH mendesak pembentukan satuan tugas (satgas) di titik-titik rawan pembuangan ilegal guna menjaga kebersihan pasar secara konsisten.
Penumpukan sampah di Tangerang Selatan diketahui dipicu oleh penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang selama sekitar 10 hari. Penutupan ini dilakukan untuk penataan dan normalisasi saluran air serta kali yang sebelumnya tertutup limbah. Proses penataan TPA diperkirakan akan memakan waktu hingga satu bulan. Selama periode tersebut, sampah dialihkan ke 54 TPS3R dengan kapasitas 99 ton per hari serta dua TPST berkapasitas 14 ton per hari, memastikan layanan persampahan tetap berjalan di tengah kendala.
Hanif Faisol Nurofiq menambahkan bahwa penanganan sampah di Pasar Cimanggis merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat pengelolaan sampah perkotaan yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan serta lingkungan hidup masyarakat. "Kami akan mengawal tindak lanjut di lapangan dan memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai ketentuan, dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat," pungkasnya, menegaskan komitmen KLH terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga.



