Chapnews – Nasional – Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, masih berjuang memulihkan diri pasca-bencana banjir bandang dan longsor yang dahsyat. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengungkapkan bahwa hingga hari kedelapan pasca-bencana, aliran listrik dari PLN masih padam dan akses internet terputus, menghambat aktivitas warga dan penyaluran bantuan.
Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji, serta belum beroperasinya jaringan air bersih PDAM. Warga sangat membutuhkan bantuan makanan, pakaian, dan air minum, yang saat ini dipenuhi melalui pengiriman truk tangki. Komunikasi pun terbatas, hanya mengandalkan jaringan darurat seperti Starlink yang kapasitasnya terbatas.

Akses masuk ke Tapteng juga belum sepenuhnya terbuka. Jalur darat hanya bisa ditempuh melalui rute memutar Sidikalang – Subulussalam – Aceh Singkil – Manduamas. Meski demikian, Masinton mengapresiasi seluruh elemen pemerintahan dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten, beserta TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan relawan yang bahu membahu membantu warga Tapanuli Tengah.
Data terbaru mencatat, korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 86 orang, 99 orang masih belum ditemukan, dan 508 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 7.382 orang mengungsi dan 296.454 orang terdampak. Sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi baru mulai dijangkau bantuan, sebagian bahkan hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki.



