Chapnews – Nasional – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengumumkan bahwa wilayahnya kini terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga dan pasokan logistik terhambat.
Masinton menjelaskan bahwa akses darat dari Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan menuju Tapanuli Tengah hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu, beberapa jembatan penghubung dari Tapanuli Selatan ke Tapanuli Tengah juga putus. Akibatnya, Tapanuli Tengah terisolasi dari jalur darat, jaringan listrik, dan internet.

"Jaringan listrik dan internet juga terputus. Tapanuli Tengah terisolir dari berbagai akses jalan darat, listrik dan internet atau telepon," ungkap Masinton, seperti dikutip chapnews.id, Jumat (27/11).
Politisi PDIP ini juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang mengungsi. Mereka sangat membutuhkan bantuan makanan dan pakaian. Akses menuju Tapanuli Tengah saat ini hanya memungkinkan melalui jalur udara via Bandara Pinangsori dan jalur laut melalui Pelabuhan Sibolga.
Bencana banjir dan longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem telah melanda 12 kabupaten di Sumatera Utara. Data dari Polda Sumut mencatat total 212 korban, dengan rincian 43 orang meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 lainnya masih dalam pencarian.
Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, menyebutkan bahwa terdapat 221 kejadian bencana alam, meliputi 119 tanah longsor, 90 banjir, 10 pohon tumbang, dan 2 angin puting beliung. Bencana ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk Mandailing Natal, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdangbedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias, Tapanuli Selatan, Humbahas, Padangsidimpuan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.



