Ads - After Header

TERBONGKAR! Dokumen Rahasia Bocor, Pertamax Naik Rp17.850?

Ahmad Dewatara

JAKARTA – Senin, 30 Maret 2026 | 19:43 WIB

Chapnews – Ekonomi – PT Pertamina (Persero) dengan tegas membantah adanya pengumuman resmi terkait perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang santer diberitakan akan berlaku mulai awal April 2026. Isu kenaikan harga BBM ini, yang telah memicu spekulasi luas di masyarakat, disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga Rp17.850 per liter untuk jenis Pertamax.

TERBONGKAR! Dokumen Rahasia Bocor, Pertamax Naik Rp17.850?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di berbagai platform media sosial tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM yang akan berlaku per 1 April 2026. Informasi proyeksi kenaikan harga yang beredar luas itu tidak dapat kami pertanggungjawabkan," ujar Baron saat dikonfirmasi oleh chapnews.id pada Senin (30/3/2026).

Baron juga mengimbau masyarakat agar hanya merujuk pada kanal-kanal resmi Pertamina untuk mendapatkan informasi akurat mengenai harga BBM. Ia menambahkan, Pertamina senantiasa mendukung seruan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak, terutama di tengah fluktuasi pasar energi global yang dinamis.

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah dokumen berlabel "confidential" yang memuat rincian proyeksi kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina. Dalam dokumen yang bocor tersebut, harga Pertamax disebut-sebut akan melonjak drastis dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter, sebuah kenaikan sebesar Rp5.550.

Tak hanya Pertamax, proyeksi kenaikan juga menyasar jenis BBM lainnya. Pertamax Green, misalnya, diprediksi naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari harga semula Rp12.900 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo juga diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar Rp6.350, sehingga harganya mencapai Rp19.150 per liter, dari harga sebelumnya sekitar Rp12.800 per liter.

Meskipun rincian kenaikan harga ini telah tersebar luas, Pertamina menegaskan kembali bahwa segala informasi tersebut bersifat spekulatif dan belum ada keputusan resmi dari perusahaan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer