Ads - After Header

Terkuak! Beda QRIS Tap dan Biasa, Mana Lebih Cepat?

Ahmad Dewatara

Terkuak! Beda QRIS Tap dan Biasa, Mana Lebih Cepat?

Chapnews – Ekonomi – Standardisasi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menjadi tulang punggung transaksi non-tunai di Indonesia. Namun, seiring perkembangan teknologi, Bank Indonesia (BI) kini memperkenalkan inovasi terbaru: QRIS TAP atau Tanpa Pindai. Lalu, apa sebenarnya yang membedakan QRIS TAP dengan QRIS biasa yang selama ini kita kenal? Mari kita selami lebih dalam.

QRIS, yang akrab disebut "Kris", adalah standar kode QR pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi berbagai transaksi di tanah air. Tujuannya jelas, menciptakan ekosistem pembayaran yang terintegrasi, efisien, dan aman. Selama ini, penggunaan QRIS mengharuskan pengguna untuk memindai kode QR yang tersedia di merchant atau penyedia layanan.

Terkuak! Beda QRIS Tap dan Biasa, Mana Lebih Cepat?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Revolusi Pembayaran Tanpa Pindai

QRIS TAP hadir sebagai evolusi dari sistem pembayaran QRIS konvensional. Sesuai namanya, "Tanpa Pindai", inovasi ini memungkinkan transaksi hanya dengan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran. Teknologi di balik kemudahan ini adalah Near Field Communication (NFC), yang memungkinkan komunikasi data jarak dekat antara dua perangkat. Dengan demikian, proses pembayaran menjadi jauh lebih cepat dan praktis, menghilangkan kebutuhan untuk membuka aplikasi, mencari kode QR, dan memindainya.

Manfaat QRIS TAP sangat terasa, terutama dalam mendukung layanan publik dan transaksi ritel digital. Pengguna akan merasakan kecepatan, kemudahan, biaya yang terjangkau, keamanan, serta keandalan yang lebih tinggi. Ini merupakan langkah maju dalam menciptakan pengalaman transaksi nirsentuh yang lebih mulus bagi masyarakat.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada Rabu (10/12/2025), menegaskan pentingnya implementasi QRIS TAP. "Implementasi ini akan memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan murah bagi layanan publik, serta mendukung program Asta Cita Pemerintah," ujarnya. Perry juga menyoroti kolaborasi kuat antara BI, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), hingga Pemerintah DKI Jakarta yang memungkinkan layanan ini segera dinikmati masyarakat.

Ekspansi Bertahap Menuju Layanan Publik Menyeluruh

Penerapan QRIS TAP dilakukan secara bertahap. Pada fase awal, masyarakat sudah dapat merasakan kemudahan ini di beberapa titik vital. Ini termasuk Stasiun MRT Bundaran HI dan Lebak Bulus, layanan Transjakarta (khusus Royaltrans), DAMRI (terbatas pada JR Connexion Jabodetabek), beberapa merchant parkir, serta rumah sakit seperti RSUD Tarakan, RSCM Kencana, dan RSPAD Gatot Subroto Paviliun Kartika.

Ke depannya, cakupan QRIS TAP akan terus diperluas secara signifikan. Seluruh stasiun MRT, Transjakarta, LRT Jakarta dan Jabodebek, serta perluasan pada sistem tiket DAMRI dan KRL (baik rute Jabodetabek maupun Jogja-Solo) akan segera mengadopsi teknologi ini. Selain itu, Teman Bus dan berbagai merchant lainnya juga akan secara berkelanjutan diintegrasikan ke dalam ekosistem QRIS TAP, menandai era baru pembayaran digital yang lebih cepat dan efisien di Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer