Chapnews – Nasional – Polda Metro Jaya akhirnya angkat bicara mengenai foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang viral di berbagai platform media sosial. Pihak kepolisian secara tegas menyatakan bahwa foto yang beredar luas tersebut merupakan hasil olahan kecerdasan buatan (AI) dan berpotensi menyesatkan proses penyelidikan.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu (15/3), secara tegas menyatakan bahwa gambar yang beredar luas, termasuk yang diunggah oleh akun X @Robe1807, adalah produk rekayasa AI. "Kami meyakini ini adalah hasil dari AI, dan ada dugaan kuat bahwa ini sengaja dibuat untuk menyesatkan proses penyelidikan yang sedang kami lakukan," ujar Budi.

Menyikapi hal tersebut, Budi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring dan menyebarkan informasi. Ia menekankan bahwa penyebaran data yang tidak akurat berpotensi besar mengganggu fokus penyidik dalam mengungkap kasus ini. "Kami memohon kepada seluruh warga masyarakat untuk memberi ruang dan waktu kepada penyidik, agar penanganan penyelidikan ini dapat berjalan paripurna dan kita dapat segera mengejar pelaku yang melakukan penyiraman cairan berbahaya kepada aktivis," tambahnya.
Insiden tragis yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3) malam di Jakarta Pusat. Ia diserang dengan air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) usai menghadiri sebuah acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut keterangan Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, Andrie mengalami luka bakar serius hingga 24 persen di sekujur tubuhnya, meliputi tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis intensif pasca peristiwa tersebut.
Dimas juga sempat membeberkan ciri-ciri terduga pelaku berdasarkan kesaksian. Pelaku pertama, yang diduga sebagai pengemudi sepeda motor, digambarkan mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, dan helm berwarna hitam. Sementara pelaku kedua, yang bertindak sebagai penumpang dan penyiram, digambarkan memakai penutup wajah atau masker jenis ‘buff’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, serta celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
Hingga saat ini, kepolisian terus bekerja keras untuk mengungkap motif dan menangkap para pelaku di balik serangan keji ini, sembari meminta dukungan dan kesabaran dari publik agar proses penyelidikan tidak terganggu oleh informasi yang menyesatkan.



