Chapnews – Nasional – Satuan Tugas Damai Cartenz baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan di balik insiden penyerangan mematikan terhadap pesawat Smart Air PK-SNR di Lapangan Terbang Karowai, Yahukimo. Dua kru pesawat dilaporkan tewas setelah diberondong tembakan oleh sekitar 20 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diidentifikasi sebagai kelompok Kanibal dan Semut Merah.
Insiden tragis ini terjadi pada Rabu (11/2) sekitar pukul 10.30 WIT. Saat itu, pesawat Smart Air sedang dalam persiapan untuk melanjutkan penerbangan menuju Dekai. Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, menjelaskan bahwa puluhan anggota KKB tiba-tiba muncul dari sebuah penginapan di tepi lapangan terbang. Tanpa peringatan, mereka langsung melepaskan tembakan membabi buta ke arah pesawat yang mesinnya sedang dipanaskan.

Dalam kepanikan, penumpang dan kru berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar pesawat. Namun, KKB secara brutal mengejar dan menembaki kedua kru pesawat hingga tewas di tempat. Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim investigasi menemukan sedikitnya 13 lubang bekas tembakan yang tersebar di badan pesawat, menunjukkan intensitas serangan.
Brigjen Pol Faizal Rahmadani menegaskan bahwa para pelaku penyerangan adalah KKB Kanibal dan Semut Merah, yang dipimpin oleh Elkius Kobak dan beroperasi di wilayah Yahukimo. Investigasi lapangan oleh tim Satgas berhasil mengidentifikasi sedikitnya 23 titik temuan barang bukti, termasuk belasan lubang peluru yang menjadi saksi bisu kekejaman tersebut. Saksi mata di lokasi kejadian juga mengonfirmasi bahwa para penyerang bukanlah penduduk asli Korowai, karena tidak ada warga setempat yang mengenali identitas mereka.
Saat ini, jenazah kedua kru pesawat telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan di kota asal masing-masing. Aparat gabungan Satgas Damai Cartenz terus melancarkan pengejaran intensif dan upaya penegakan hukum untuk meringkus semua pelaku yang bertanggung jawab atas serangan brutal ini, sebagaimana dilaporkan oleh chapnews.id. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keadilan bagi para korban dan menjaga keamanan di wilayah Papua.



