Chapnews – Ekonomi – Sosok Prajogo Pangestu, salah satu taipan paling berpengaruh di Indonesia, kembali menjadi sorotan publik. Dengan kekayaan yang melimpah ruah, ia kini menduduki peringkat kedua sebagai orang terkaya di Tanah Air versi Forbes 2025. Di balik gurita bisnisnya yang menggurita, terdapat sejumlah emiten strategis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadi pilar utama penopang imperium finansialnya.
Menurut data terbaru, harta kekayaan Prajogo Pangestu diperkirakan mencapai USD39,8 miliar, setara dengan Rp664,34 triliun (menggunakan kurs Rp16.692 per USD). Angka fantastis ini tidak lepas dari keberhasilan diversifikasi bisnisnya yang merambah sektor petrokimia, pertambangan batu bara, hingga energi baru terbarukan. Kehadiran perusahaan-perusahaan di bawah naungan Prajogo di lantai bursa bukan sekadar formalitas; ini adalah strategi krusial yang secara langsung memengaruhi valuasi aset dan pada akhirnya, total kekayaannya.

Saham-saham yang berada dalam kendali Prajogo Pangestu dikenal bukan hanya karena kapitalisasi pasarnya yang masif, melainkan juga likuiditasnya yang tinggi di pasar saham Indonesia, menjadikannya incaran para investor. Berikut adalah daftar emiten pilihan milik Prajogo Pangestu yang turut membentuk pundi-pundi kekayaannya:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Sebagai lokomotif utama kerajaan bisnis Prajogo, Barito Pacific menjadi gerbang awal sang taipan memasuki pasar modal pada tahun 1993. Kala itu, BRPT melepas 85 juta lembar saham saat Penawaran Umum Perdana (IPO), menandai dimulainya perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan publik yang tangguh dan terus berkembang. Pada penutupan perdagangan 16 Desember 2025, harga saham BRPT tercatat di level Rp3.580.
2. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
Anak usaha strategis Barito Pacific ini beroperasi di sektor petrokimia dan melantai di bursa pada tahun 2008. Dengan harga IPO Rp2.200 per saham, Chandra Asri telah tumbuh menjadi salah satu raksasa petrokimia di Indonesia. Perusahaan ini secara konsisten menunjukkan performa pertumbuhan harga saham yang signifikan, mencapai Rp7.075 per lembar pada 16 Desember 2025.
3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Emiten yang fokus pada sektor pertambangan batu bara ini merupakan pendatang baru yang mencuri perhatian. CUAN baru saja melakukan IPO pada 8 Maret 2023 dengan harga penawaran Rp220 per saham. Debutnya di pasar modal langsung menciptakan sensasi, mencatatkan enam kali auto-reject atas (ARA) pada hari pertama perdagangan, sebuah indikasi kuat tingginya minat investor. Hingga 16 Desember 2025, harga saham CUAN berada di level Rp2.360.



