Ads - After Header

Terkuak! Strategi Rp123 T Lindungi Pesisir Jakarta & Jateng

Ahmad Dewatara

Terkuak! Strategi Rp123 T Lindungi Pesisir Jakarta & Jateng

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia tengah serius menggarap persiapan proyek ambisius Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa. Inisiatif monumental ini dirancang untuk membentengi sejumlah wilayah pesisir di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa, khususnya di Teluk Jakarta dan beberapa titik di Jawa Tengah. Menurut Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sekaligus Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, kajian mendalam sangat dibutuhkan untuk beberapa lokasi prioritas seperti Semarang, Pekalongan, Demak, dan Sayung, yang dinilai paling rentan terdampak.

Dalam keterangannya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (9/2/2026), Didit menekankan bahwa pendalaman kajian GSW di kawasan Pantura krusial untuk memaksimalkan mitigasi risiko di daerah-daerah yang berpotensi tinggi mengalami bencana alam khas pesisir. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) serta pemetaan urgensi bagi kepentingan publik menjadi fokus utama.

Terkuak! Strategi Rp123 T Lindungi Pesisir Jakarta & Jateng
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Pendalaman tentang analisa mengenai dampak lingkungan dan urgensi-urgensi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, dan ternyata kita sekarang ini hadapi hari ini, termasuk banjir rob, land subsidence, hilangnya pantai, dan lain sebagainya, itu bagian dari pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan untuk pembangunan," jelas Didit, mengutip kondisi aktual yang mendesak.

Senada dengan Didit, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan urgensi pembangunan tanggul laut raksasa ini. AHY menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur untuk melindungi daerah-daerah rawan bencana di Pulau Jawa, demi memastikan keberlangsungan operasional pabrik-pabrik yang menjadi tulang punggung ekonomi, serta menjaga produktivitas lahan pertanian.

"Ini sebuah project yang sangat besar ya. Bicara melindungi Pantura Jawa dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Ratusan kilometer," ujar AHY. Ia menambahkan bahwa fokus proyek bukan hanya pada pembangunan fisik, melainkan juga dampak sosial-ekonomi terhadap masyarakat di wilayah tersebut. "Kami juga harus pastikan bukan hanya membangun infrastruktur fisiknya. Karena ini berkaitan dengan manusia, dengan masyarakat, dengan ekonomi yang ada di daerah," imbuhnya.

Sebagai langkah awal, proyek pembangunan GSW di Teluk Jakarta ditargetkan untuk melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada September 2026. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Kemenko IPK, proyek tanggul laut raksasa ini diperkirakan membutuhkan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp123 triliun, khusus untuk kawasan Jakarta.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer