Chapnews – Ekonomi – Indonesia mencetak sejarah baru dalam hubungan perdagangan internasionalnya dengan Amerika Serikat. Sebuah kesepakatan bilateral penting, Agreement on Reciprocal Trade (ART), telah resmi ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Perjanjian ini menetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen, namun memberikan angin segar bagi ribuan produk unggulan Indonesia, termasuk komoditas strategis seperti sawit dan kopi, yang akan menikmati bea masuk 0 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa perjanjian ini akan mulai berlaku efektif dalam waktu 90 hari, setelah seluruh proses hukum dan konsultasi internal di kedua negara rampung. "Hari ini Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani ART dengan Pak Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump dalam pertemuan bilateral yang cukup lama, selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual pada Jumat (20/2/2026).

Kesepakatan bersejarah ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari diplomasi maraton yang telah digencarkan pemerintah Indonesia sejak April 2025. Tercatat, delegasi Indonesia telah melakukan tujuh putaran perundingan intensif dan lebih dari 19 kali pertemuan teknis dengan pihak United States Trade Representative (USTR).
Airlangga juga menegaskan keunikan ART Indonesia dibandingkan perjanjian serupa dengan negara lain. Ia menyoroti bahwa kesepakatan ini murni berfokus pada kerja sama ekonomi tanpa melibatkan isu-isu sensitif lainnya. "Perjanjian ini dilakukan dengan USTR bersama Duta Besar Jameson-Greer. Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat setuju untuk menurunkan tarif resiprokal bagi Indonesia, sesuai dengan yang tercantum dalam Joint Statement sebelumnya. Hal ini juga membedakan perjanjian ART ini dengan negara lain, karena Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang tidak berkaitan dengan kerjasama ekonomi," jelas Airlangga. Fokus murni pada kerja sama ekonomi ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar global.
Ikuti terus perkembangan berita ekonomi terkini melalui kanal WhatsApp chapnews.id untuk update berita terbaru setiap hari.



